[FF] Blood Tears 5 (THE END) – A


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author : hyukiegirl

Cast :   1. Eunhyuk SJ

2. Mingi (you/reader)

3. Other SJ member

Genre : Yadong, NC 17, Romance

======

Annyeong chingudeul ^^ Lama ya tak berjumpa dengan aku? Hahaha maaf FF ini baru sempat aku post. Ini FF Blood Tears 5 aku dan disini FF Blood Tears akan END. Namun sebelumnya perlu diketahui ini adalah sesi A dan B nantinya akan muncul. Mian, karena inspirasiku belum muncul. Kekekke~

Ada info tambahan dari aku : Sesuai dengan hasil mengenai “CAST-MINGI” saya akhirnya memutuskan merubah ‘kamu’ menjadi ‘mingi’. Semoga ini direstui oleh semua ya !!

Untuk semua chingudeul (readers) yang mau berteman ngobrol dan berfantasi ria silahkan ke twitter (@clarveln) atau bisa juga via email ke hellogirl24@ymail.com ^^

Mungkin sekian dulu dari saya ya ^^ Selamat membaca FF abal-abal ini. Jejak kritik saran dan komentar lainnya akan kutunggu. Aku mau yang banyak ya kalau boleh. Wkwkwkwk ^^

======

Mingi tersenyum menatap pintu coklat dihadapannya. Mingi memencet bel dan pintu itu pun tak lama terbuka.

“Cari siapa?” Tanya gadis cantik dengan tanktop hitam, blazer putih dan hotpantsnya. Gadis itu sangat seksi dan sepertinya ia sangat familier untukmu.

“Aku…”

“Jagi, siapa yang datang huh?” Mingi tertegun, itu suara Eunhyuk dan namja itu seperti sedang melangkah menuju pintu.

Mingi mengigit bibir bawahnya, gadis di depannya menatap bingung. Kotak cake mingi terjatuh, air matanya mengalir, dadanya terasa sesak, hatinya terasa tersayat.

Mingi hanya tersenyum sekilas dan cepat menghapus air matanya yang menyeruak. Mingi berbalik dan melangkah pergi dari tempat itu, pelan tapi pasti Mingi lenyap di balik lift diujung lorong.

“Siapa?” Tanya Hyukie pada sang gadis.

“Molla, sepertinya itu fansmu atau mungkin siapa lah entah. Ini tadi dijatuhkannya.” Kata gadis itu sambil menyodorkan kotak kue milik Mingi pada Eunhyuk.

Eunhyuk mengercitkan dahi lalu membuka kotak kue itu dengan perlahan. Eunhyuk tertegun. Jantung seakan berhenti berdetak. Di cake itu tertulis dengan cream ‘Happy Anniversary 3 years’. Eunhyuk tau itu cake milik gadisnya, Shin Mingi. Ini memang anniv kalian yang ke 3 terhitung sejak pertama kali kalian menjadi sepasang kekasih 28 Mei 2009.

Eunhyuk menatap sang gadis dengan mata tajamnya. “Ada yang harus kuselesaikan.” Katanya cepat lalu berlari keluar gedung apartment. Entah Eunhyuk kemana, namun ia tau pasti apa yang harus dilakukannya.

Eunhyuk berlari keluar gedung mewah itu. Namja itu berlari dengan cepat. Eunhyuk mengedarkan pandangannya mencari sosok Mingi di jalanan Seoul. Ia menghela napasnya dengan berat.

“Mingi ya! Neo paboya?!” Pekik Eunhyuk keras. Jemarinya mulai meremas rambutnya frustasi.

Eunhyuk menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan miliknya. Tubuhnya bergetar pelan. Namja itu menangis. Menangisi kebodohannya selama ini. Menangisi keidiotan dan sifat kekanak-kanakkannya yang membawa semuanya hingga seperti ini. Sungguh, Hyukjae membenci semua takdir yang telah terlukis beberapa hari terakhir.

=====

2 BULAN KEMUDIAN – BUSAN21.00 pm

Mingi menghembuskan napasnya dengan berat. Tangannya diangkat untuk sekedar menghapus keringat di keningnya. Detik berikutnya, bibir gadis itu melengkungkan senyuman manis. Ia tak menyangka waktu berlalu dengan cepatnya. Hari sudah menjelang malam dan sekarang saatnya ia pulang. Ia begitu lelah setelah seharian melayani para pengunjung kedai ramen tempatnya bekerja.

Mingi merapatkan mantelnya. Angin malam di Busan saat ini sedang tidak bersahabat. Sesekali, mingi mengusapkan kedua telapak tangannya mencoba untuk mendapatkan kehangatan. Mingi terus melangkah, langkah kakinya terdengar ringan, namun detik berikutnya gadis itu berhenti. Mingi merasakan pening di kepalanya, perutnya terasa diputar dengan kuat. Dengan tertatih Mingi melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartmennya.

Mingi merebahkan tubuhnya di ranjang. Pening di kepalanya semakin menjadi, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Mingi menyeka keringatnya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit di perutnya.

Drrttt Drrrttt

Mingi melirik ponselnya yang bergetar. Perlahan tangan Mingi meraba kasur mencoba untuk menemukan ponselnya. Dapat. Sesegara mungkin ia menjawab panggilan tersebut.

“Yoboseo?”

“…” Tak ada jawaban. Mingi mendengus kesal, di liriknya layar ponselnya dan itu dari nomor yang tak dikenalnya, sepertinya sambungan dari telepone umum.

“Yoboseo..” Kata Mingi lagi, kali ini suaranya terdengar lirih. “Tolong siapa pun anda katakanlah sesuatu.”

“….” Masih tak ada jawaban. Mingi mencoba bersabar. Selama 5 menit tak kunjung juga ada suara. “Tut tut tut..” Sambungan telephone akhirnya terputus.

Mingi menatap layar ponselnya dengan kesal. “Orang aneh..” Gumam Mingi.

Mingi kembali memegangi perutnya. “Aisshhh perutku.” Lenguhnya.

Mingi mencoba memejamkan matanya meredam rasa aneh di perutnya. Menit-menit berikutnya perutnya benar-benar mual. Dengan segera, ia berlari kecil menuju wastafel lalu memuntahkan isi perutnya.

“Hhhhh…” Mingi menghela napasnya panjang.

Mingi memutar keran sehingga airnya mengalir di wastafel. Mingi berkumur, seusainya ia menatap pantulan dirinya di cermin.

“Sepucat inikah?” Tanyanya pada diri sendiri.

Mingi lagi-lagi menghela napas. Wajahnya benar-benar pucat. Dibawah matanya terdapat lingkaran hitam. Bibirnya tak lagi merah. Keringat dingin mengucur di wajahnya. Otaknya berputar memikirkan sesuautu. Kemudian Mingi melangkahkan kembali kakinya ke kamar. Di tatapnya ponselnya, lalu diraihnya. Jemarinya mulai mengetik nomor yang hendak dihubunginya.

“Yoboseo..” Kata orang di seberang sana.

“Nara ya?”

“O? Mingi ya? Jeongmal Mingi ya?” Terdengar suara Nara—sahabat Mingi—bersemangat mendapat telephone darinya. Maklum, setelah 2 bulan meninggalkan Seoul Mingi tidak pernah menghubungi Nara.

“Ne.. Bagaimana kabarmu?”

“Nan gwaenchana. Neo eotte? (Kau bagaimana?) Kyaaaa~ Jeongmal bogoshipoyo Mingi ah! Kenapa kau baru menghubungiku?”

“Nado bogoshipo. Aku baru sempat, kemarin sibuk mengurus kepindahanku. Aku, aku sedang tidak enak badan.”

“Omo! Waeyo?” Tanya Nara, nada bicaranya terdengar begitu cemas.

“Molla. Sepulang kerja tadi tiba-tiba saja kepalaku pusing, perutku terasa aneh dan baru saja aku muntah. Aku juga berkeringat dingin. Hmm, tubuhku benar-benar terasa lemas.” Jelas Mingi panjang lebar.

“Omona!” Pekik Nara. “Mingi ah, kalau boleh tau apa kau pernah berhubungan dengan…”

“Hyukjae?” Potong Mingi.

“Ne? Apa kau pernah berhubungan dengannya? Maksudku hubungan antara namja dan yeoja, hubungan intim? Kau pernah?”

“Kau tau sendiri bagaimana Hyukjae, jadi aku tentu saja pernah melakukannya.” Lirih Mingi.

“Jinja?!!?” Teriak Nara dari seberang telephone. “Apa kau melakukannya di tanggal suburmu?”

Mingi menggigit bibir bawahnya. “Kurasa iya.”

“Jangan-jangan..”

“Mwo?”

“Jangan-jangan kau hamil.. Aigooo! Eottukhe?”

=====

MINGI POV

Aku berjalan perlahan. Kepalaku masih terasa pening, perutku masih terasa anh dan keringat dingin itu masih mengalir di wajahku. Aku menghembuskan napas berat. Kuamati butiran pasir yang terhampar di pantai ini. Masih terngiang jelas di telingaku kata-kata dokter tadi. Ya, aku hamil, aku mengandung anak Hyukjae.

Aku terhenti, lantas aku duduk di atas pasir yang hangat. Mataku menatap lautan nan luas yang indah. Tatapanku menerawang. Di benakku, terukir jelas senyuman Hyukjae yang kusuka. Ani, bukan suka tapi aku mencintainya.

“Hyuk ah, apakah kau tau kini aku sedang mengandung anak kita? Disaat seperti ini aku sangat membutuhkanmu, tapi mengapa kau melakukan semua ini terhadapku? Hyuk ah, apa salahku? Aku harus bagaimana sekarang?” Tanyaku pada angin yang berhembus.

Aku memeluk lututku. Kusembunyikan wajahku di antara pelukanku. Tubuhku perlahan bergetar. Aku menangis terisak. Aku tak sanggup menjalaninya seorang diri. Aku tak bisa membayangkan hari-hariku ke depannya. Memikirkannya membuat dadaku sesak, napasku tercekat. Rasa takut itu menyelimuti diriku. Aku takut Tuhan, sungguh aku takut.

Kurasakan ponselku bergetar. Nara menghubungiku.

“Yoboseo?”

“Mingi ya, Eotte? Apa kata dokter?” Tanyanya cemas.

Aku mengehela napas berat. “Nara ya… Aku..”

“Kau?”

“Aku hami 2 bulan. Aku mengandung anak Hyukjae..” Kata Mingi pelan tapi pasti.

“Mingi ah..” Lirihnya. “Kau perlu memberitahu Hyukjae. Bagaimana pun kau harus memberinya kabar ini. Jika kau tak mau akan kuberitahu ia besok, aku akan memberi tau kabar ini dan juga keberadaanmu. Kau tau? Dia begitu khwatir padamu. Hampir setiap hari ia mengirimiku pesan untuk bertanya keberadaanmu. Kau mau sembunyi sampai kapan? Ayolah Mingi ah, ini semua demi kebaikan mu dan juga anakmu.”

“Andwae. Kumohon Nara ya, jangan beri tau apa pun tentangku padanya. Sungguh aku tak ingin ia tau. Kau ingat? Iya telah bersama wanita lain. Aku tak ingin menghancurkan kebahagiaannya.”

“Mingi ah..”

“…” Aku hanya terdiam. Aku tak sanggup berkata apa-apa lagi. Aku kembali terisak menangis. Sedih, aku sungguh sedih.

=====

AUTHOR POV

Hari ini jadwal Hyukjae tidak sepadat hari biasanya. Waktu senggangnya digunakan untuk berdiam diri di kamar. Ya, semenjak Mingi menghilang Hyuk menjadi lebih pendiam dan ia lebih senang menghabiskan waktunya sendiri di kamar atau di taman atau tempat-tempat lainnya yang penuh kenangan dengan Mingi ketimbang berada di club atau bar.

Hyukjae membaringkan tubuhnya di ranjang. Matanya menatap langit-langit menerawang. Semalam ia menghubungi Mingi. Gadis itu menjawab telephonenya. Tapi tanda tanya besar berada di benak Hyukjae. Mengangkat tekephone dari telephone umum Mingi mau, tetapi telephone darinya mengapa tak pernah diangkat dan pesannya pun tak kunjung di balas. Sesaat ia merasa bingung dengan semua yang terjadi, namun ia kembali ingat bahwa ia telah mendengar suara yang dirindunya beberapabulan terakhir. Tanpa disadari Hyuk mengukir senyumannya, ia benar-benar senang bisa mendengar suara itu, suara Mingi.

Hyukjae melirik novel berjudul BLOOD TEARS milik Mingi yang ada di atas mejanya. Tak sengaja, memorie akan masa-masanya dahulu terputar bak film di otaknya. Ya, Hyuk bernostalgia.

(Flashback)

“Masih ingin disini Hyuk ah?” Tanya Donghae pada Eunhyuk.

“Ne.. Aku masih ingin mencari beberapa album milik Westlife.”

Donghae mendengus kesal. “Kau pasti akan lama kan? Aku pulang duluan saja bersama Eeteuk hyung.”

“Mencari album adalah monster terbesar yang memakan waktumu.” Ucap Eeteuk dengan nada kesal. “Kami pulang duluan.”

“Ehm.” Jawab Hyuk singkat sembari mengangguk.

Donghae dan Eeteuk menggelengkan kepala menatap Hyuk. Donghae menepuk pundak Hyuk sebelum akhirnya benar-benar pulang.

Hyukjae masih asyik mencari beberapa album yang sedang diburunya. Setelah 2 jam lamanya, ia pun akhirnya memutuskan untuk pulang.

Hyukjae memperhatikan ban mobilnya yang kempis dan ponselnya yang mati. Taxi sedari tadi juga tak ada yang lewat. Hyukjae menghembuskan napasnya berat. “Sial! Mau tidak mau aku harus naik bus.”

Dengan malas, Hyukjae melangkahkan kakinya menaiki bus. Hyuk menatap seisi bus dengan tatapan menyelidik, hampir semua kursi telah diduduki. Hyuk tersenyum penuh kemenangan, iitatapnya kursi penumpang yang satu-satunya kosong. Dengan segera Hyuk mendekati kursi itu, lalu duduk diatasnya.

Bus berhenti sesaat. 2 orang yeoja naik ke dalam bus itu, 1 adalah seorang gadis berbalut kaos putih dengan hotpants dan sepatu kedsnya sedangkan yang 1 lagi adalah seorang nenek-nenek tua. Nenek itu terlihat bingung akan duduk dimana, melihat itu sang gadis menghampirinya lalu menuntunnya mendekati kursi Hyuk.

“Permisi ahjussi..” Panggil gadis itu pada Hyuk.

Hyuk menaikkan sebelah alisnya. ‘Apa katanya? Ahjussi? Memangnya setua apa tampangku? Ck, aku lupa penyamaranku dengan masker, syal, jaket tebal dan topi membuatku mirip seperti ahjussi.’ Batin Hyuk.

“Apa nenek ini boleh duduk di kursimu? Beliau sudah tua..” Lanjut gadis itu.

“Mwo?”

“Apa anda keberatan? Ayolah!” Gadis itu merengek pada Hyukjae, diatariknya syal yang dipakai Hyuk.

Hyuk menatap gadis itu tajam. Ia berdecak kesal. “Ara.. Ara..” Katanya akhirnya mengalah.

Hyuk bangkit dari duduknya. Lalu gadis itu tersenyum manis pada sang nenek dan mepersilahkannya duduk. Gadis itu kemudian berdiri berhadapan dengan Hyuk.

“Ahjussi, kamsahamnida..” Kata sang gadis dengan sedikit menunduk.

“Aku ini masih muda, jangan panggil aku ahjussi.” Jawab Hyuk ketus.

“Memangnya berapa umur anda ahjussi?”

“Bukan urusanmu.” Jawab Hyuk sambil memutar bola matanya malas.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “Sudah tua masih saja suka marah-marah, umurnya pendek baru tau rasa.” Gumamnya.

Hyuk menoleh menatap gadis itu dengan tatapan membunuhnya. “Mworagoo?”

Merasa ditatap, gadis itu bergidik ngeri. Buru-buru ia menggelengkan kepalanya “Aniyo ahjussi..”

Hyuk mendengus kesal, lantas matanya menatap jalanan yang ramai. Dia sama sekali tidak ingin berdebat dengan gadis ingusan di hadapannya.

“Ahjussi aku berhenti disini!” Pekik gadis itu. “Nenek, annyeong! Ahjussi annyeong!” katanya pada sang nenek dan Hyuk. Dengan cepat ia berlari meghampiri pintu bus.

“Gadis aneh.” Gumam Hyuk.

Bus berhenti. Hyuk menatap keluar jendela. 100 meter dari halte bus ini adalah gedung mewah apartmentnya. Hyuk memilih untuk turun dari bus, namun langkah namja itu terhenti ketiaka menyadri ia menginjak sesuatu. Hyuk meraih buku yang diinjaknya. Hyuk memperhatikan buku itu dengan teliti lalu ia menyadari bahwa buku itu tadinya dibawa oleh si gadis aneh.

“Ini pasti bukunya.” Gumam Hyuk. Lantas buku itu digenggamnya, dibawanya pulang.

Sesampainya di dorm. Hyuk segera masuk ke kamarnya lalu berbaring di ranjang empuknya. Hyuk mengamati novel milik gadis aneh tadi.

“BLOOD TEARS..” Gumamnya.

Hyuk membuka halaman pertama novel itu dan tertulis nama disana, SHIN MINGI. Dibawahnya terdapat lagi tulisan, Kyunghee University.

“Jadi namanya Shin Mingi dan dia kuliah di Kyunghee University. Berarti dia teman kampus Kyuhyun? Jangan-jangan dia yeojachingu Kyu?”

Hyuk menyentuh dadanya. Jantungnya berdetak dua kalipat saat mengucap nama Mingi. Ada yang aneh pada dirinya. Ada rasa penasaran dan ketertarikan terhadap gadis aneh tadi yang bertemu dengannya.

Hyuk bangkit dari berbaringnya lalu ia melangkah keluar kamar dan mencari Kyuhyun.

“Kyuhyun!” Panggil Hyuk.

“Kyu sedang sibuk dilayani Sunghyo yeoja barunya di kamar.” Jawab Sungmin. “Memangnya ada apa?”

Hyuk tidak menjawab pertanyaan Sungmin. Namja itu kemudian menghampiri kamar Kyuhyun dan Sungmin.

“Oucchh.. Kyuuuuahhhh..” Desah Sunghyo.

Kyuhyun kini sedang sibuk memberi tanda merah pada leher jenjang Sunghyo. Tangannya pun tak tinggal diam. Tangannya sibuk meremas lembut payudara Sunghyo yang sintal.

“Ahhh..Kyuhyunnn..ahhh..shh..”

“Ckckckckckkck, Kyu kau tidak malu bercinta dengan pintu terbuka seperti ini?” Kata Hyuk sambil menggelengkan kepala.

Kyuhyun mendengus kesal. Ia menghentikan segala aktivitasnya. Sunghyo yang sudah topless segera meraih selimut untuk menutupi bagian tubuhnya yang terbuka.

“Kau mau apa Hyung? Cepat katakan!”

“Jangan berbicara tak sopan denganku, aku ini Hyungmu.”

“Arasseo Hyukjae hyung..” Jawab Kyu mengejek.

“Kau apa mengenal Shin Mingi? Gadis itu satu universitas denganmu.”

“O? Shin Mingi? Apa Mingi yang berponi dan berambut sepunggung itu?”

Hyukjae terlihat berpikir sejenak, lalu mengangguk.

“Aku tidak mengenalnya tapi aku tau dia. Dia salah satu yeoja yang populer di kampusku. Dia cantik, manis, ramah, baik dan pintar. Banyak sekali pria yang mengejarnya. Tapi terakhir kudengar dia di dropout karena sudah tidak sanggup membiayai kuliahnya. Setauku dia termasuk 10 mahasiswa terbaik di kampusku, tapi mungkin keberuntungan belum berpihak padanya. Kenapa Hyung? Apa dia menjadi buruanmu sekarang? Tak kusangka seleramu tinggi juga.”

Hyuk menggeleng. “Ania, aku hanya bertanya.”

“Mwo? Kalau hanya bertanya tanpa maksud yang penting dari jawabanku kau tak perlu sampai mengganggu aktivitasku. Kau ini menjengkelkan.” Kata Kyuhyun kesal lalu membanting pintunya.

Hyuk hanya melongo mendengar ucapan Kyuhyun. Kyuhyun memang tidak punya sopan santun sama sekali.

Seusai interview jam 11 tadi, Hyuk mampir ke Kyunghee University. Disana Hyuk menggali informasi sebanyak mungkin mengenai Mingi. Entah mengapa, Hyuk menjadi penasaran dan tertarik dengan Mingi, padahal mengenalnya pun tidak.

Seusainya mampir dari Kyunghee University, Hyuk segera menuju apartment Mingi. Hyuk menyusuri koridor dan menemukan nomor apartment Mingi 244. Hyuk memencet bel yang ada di depan, tak lama kemudian pintu apartment itu terbuka.

“Annyeong!” Sapa Hyukjae pada Mingi sembari memamerkan gummy smilenya.

Mingi membulatkan matanya. Sedetik kemudian ia menutup kembali pintu yang telah dibukanya. Di balik pintu itu Mingi menyetuh dadanya. Jantungnya berdebar dengan cepat, darahnya seakan berhenti mengalir.

“Jantungku akan melompat. Eomma eottukhe? Itu Eunhyuk Super Junior? Apa benar? Omo! Eotthuke?”

Hyuk menatap pintu coklat yang tak kunjung terbuka kembali. Hyuk kemudian memencet belnya kembali. Mingi yang dibalik pintu segera menggigit bibir bawahnya.

“Baiklah Shin Mingi, tenang, tenang.” Mingi mengatur tempo napasnya. Setelah keberaniannya terkumpul ia akhirnya membuka pintunya kembali.

Mingi melongokkan kepalanya lalu ia menatap Hyuk yang tersenyum memamerkan senyuman mautnya. “Kurasa..anda..sa..salah alamat tuan..”

“Aniyo. Aku mencarimu Mingi-shi..”

“He?” Mingi membulatkan matanya, ia kaget.

Mingi berpikir sejenak lalu ia memutuskan untuk menutup kembali pintunya. Terlambat, Hyuk sudah menahan pintu itu. Dengan tenaga Hyuk yang besar, Hyuk mendorong pintu itu lalu ia begitu saja masuk kedalamnya.

Mingi mundur beberapa langkah. Matanya menatap tajam Hyuk yang masih tersenyum sumringah.

“Ka..Kau..” Lirih Mingi.

“Annyeong Mingi shi, Lee Hyukjae imnida.”

“Hyukjae? Jadi kau benar Hyukjae Super Junior?”

Hyukjae mengangguk pasti. “Ne..”

“Ta..Ta..Tapi..Ba..” Belum sempat Mingi menyelesaikan kalimatnya, gadis itu justru jatuh terhyung, ia pingsan.

Hyuk mengangkat tubuh Mingi yang ambruk. Hyuk lalu menidurkannya di sofa.

“Ck. Mengapa gadis ini malah pingsan?”

Hyuk meremas rambutnya frustasi. Semua yang terjadi benar-benar diluar dugaannya. Ia mengira Mingi akan memeluknya erat sambil berteriak histeris bertemu seorang super star sepertinya.

“Eomma, appa. Apa aku bermimpi? Eottukhe?” Gumam Mingi, gadis itu mulai sadar dari pingsannya yang cukup lama.

“Ya! Shin Mingi kau kenapa?” Tanya Hyuk cemas. Hyuk merasa cemas dengan Mingi. Hyuk sendiri tak tau mengapa. Melihat Mingi pingsan dan ketakutan membuatnya gusar, membuatnya ingin berada di sisi gadis itu, membuatnya ingin selalu ada untuk gadis itu.

“Hyukjae shi..” Lirih Mingi. Matanya menatap tajam wajah tampan Hyukjae. “Bagaimana bisa?” Tanyanya masih dengan tatapan tajam matanya.

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Apa kau sama sekali tidak mengenaliku? Suaraku mungkin?”

Mingi tertegun. Otaknya bekerja dengan keras menemukan jawaban dari pertanyaan Hyukjae. Mingi membulatkan matanya, ya dia sudah ingat.

“Ahjussi?” Tanyanya ragu sambil menunjuk Eunhyuk dengan jari telunjuknya.

Hyuk mengangguk terkekeh. “Ne. Haha. Aku ahjussi yang kau bilang tua itu.”

“Aigoooo! Nan eotthuke?” Mingi segera menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan miliknya.

“Wae?” tanya Hyuk datar.

“Kau tak akan mengerti Lee Hyukjae! Aishh aku sangat malu.”

“Kenapa kau harus malu?” Hyuk terkekeh pelan.

“Jangan tertawa! Tidak ada yang lucu ahjussi yadong!”

Hyuk menaikkan sebelah alisnya. “Kau bilang aku ahjussi yadong? Sok tau sekali bocah ini.”

“Itu memang kenyataan.” Jawab Mingi ketus.

“Dari mana kau tau? Apa kau punya bukti?”

Mingi mengangguk pasti. Lantas ia melangkah menuju sebuah rak lalu memberikan setumpuk majalah pada Hyuk. “Di semua majalah itu bilang bahwa kau adalah namja yadong yang suka menonton film yang tak pantas.”

Hyuk memperhatikan majalah-majalah yang diberikan Mingi. Lalu ia tersenyum evil. “Hampir semua cover majalah ini adalah aku. Apa kau penggemar ku?”

“Ya, aku penggemarmu.” Jawab Mingi polos. Detik berikutnya gadis itu menutup mulutnya, sadar akan kebodohannya.

Hyuk tertawa terbahak. “Haha! Lihat wajahmu merona. Lucu sekali.” Katanya sambil mencubiti hidung mancung Mingi dengan gemas.

“Ya! Apa yang kau tertawakan?” Dengus mingi kesal, mimik wajahnya cemberut.

Hyukjae tak menggubris Mingi. Tawa namja itu semakin menjadi. Hyuk terus tetawa sambil memegangi perutnya. “Hahahhahahhahahaaa..”

“DIAM!” Bentak Mingi pada Hyuk.

Hyuk menoleh pada Mingi. Sesegera mungkin ia menutup mulutnya, tawanya lenyap. Hyuk memandangi Mingi ngeri.

Mingi menarik tangan Hyuk. Hyuk mengekor di belakangnya. Lalu mereka berhenti di depan pintu apartment. Mingi membuka pintu itu. “Kau!” Ucap Mingi sembari menunjuk Hyuk. “Kau keluar dari apartmentku! Ahjussi yadong segeralah keluar jika kau tak ingin mati.”

Hyuk menatap mata marah Mingi, kemudian ia mengangguk kikuk. Perlahan Hyuk membalikkan tubuhnya lalu melangkahkan kakinya keluar apartment. Selangkah setelah Hyuk keluar, Mingi menutup pintu dengan dibantingnya keras.

Mingi memegangi dadanya. Jantungnya serasa akan melompat. Darahnya memanas. Perasaan aneh bergelut di benaknya.

“Ani..ani.. Perasaan ini pasti salah. Tapi bukankah dari dulu aku mengaguminya? Memujanya? Dan sekarang apa aku benar mencintainya? Eotthuke?”

Mingi menundukkan kepalanya. Akalnya mencoba berpikir. Perlahan kejadian kejadian dirinya dengan Hyuk teringat olehnya. Mingi mendongakkan kepalanya, lantas ia mengendus sebal. “Aish! Kenapa aku justru memikirkanmu ahjussi yadong?!” Pekiknya.

Drtt drrrttt drttt

Mingi merasakan sesuatu bergetar di saku celananya. Buru-buru ia meraih ponselnya. Dipandangnya sejenak layar ponselnya, itu telephone dari Hana.

“Yoboseo Hana ya?”

“Ya! Kau dimana? Aku hampir mematung menunggumu di Supermarket.”

“Mwo?” Mingi mengerutkan dahinya.

“Omona! Setua itukah kau melupakan janjimu denganku 2 jam yang lalu? Dasar pikun! Kau berjanji akan menemaniku ke supermarket dan membantu membuat cake untuk ulang tahun Haeso nanti malam.” Maki Hana panjang lebar pada Mingi.

“Mianhe.. Aku akan segera kesana. Jammkaman..” Kata Mingi lirih lalu buru-buru menetup telephone dan segera meraih tasnya di atas meja.

Mingi membuka pintu apartmentnya. Ia menghela napas lega, Hyuk sudah tidak ada disana. Tapi matanya menangkap secarcik kertas yang menempel pada tembok. Mingi meraih kertas itu dan memperhatikan deretan huruf yang tertulis disana.

Aku menunggumu di taman kota, tepatnya di depan International Hotel.

Aku menunggumu sampai kau menemuiku.

Hyukjae –

 

“Bodoh! Dia pikir aku akan percaya?” Gumam Mingi. Gadis itu lantas meremas secarcik kertas itu dengan gemas lalu membuangnya di tempat sampah.

Mingi melangkah dengan pelan. Ia mendengus kesal. Setelah 7 jam membantu Hana tadi, tubuhnya seakan akan runtuh, tulangnya terasa remuk.

“Bertemu lagi denganmu, akan kubunuh kau Hana ya.” Desisnya sambil cemberut.

Mingi menghentikan langhkahnya. Ia menoleh ke arah kirinya, International Hotel tepat di sebelah krinya. Perlahan Mingi menolehkan wajahnya ke arah kanan, benar disana ada sebuah taman. Tiba-tiba Mingi teringat akan secarcik kertas tadi.

“Mana mungkin..” Gumamnya.

Mingi mulai melangkah kembali untuk pulang, namun langkahnya terhenti, ia sadar sesuatu. “HYUKJAE!” Pekiknya. Ia menyipitkan matanya, mencoba memastikan seseorang disana adalah Hyukjae, seseorang yang duduk dengan kacamata hitam , masker dan jaketnya, ya jaket yang sama saat di bus tempo hari.

Mingi tanpa banyak berbicara dan berpikir kembali segera menyebrang jalan. Ia berlari menuju Hyuk yang terduduk disana.

“Hhhhh…Hhhh…” Hembusan napas Mingi yang tersengal menerpa wajah Hyuk. “Kau gila? Kau benar-benar bodoh ahjussi yadong.”

Hyuk terdiam. Masih dengan posisi menyandar pada  sandaran bangku taman.

Mingi menatap Hyuk heran. Sebelah alisnya naik. “Ya! Lee Hyukjae! Kau mengacuhkanku?”

Hyuk masih sama, terdiam. Dengan kesal di tariknya kaca mata hitam Hyuk. Seketika wajah Mingi berubah dari marah menjadi tersenyum geli.

“Kau tidur? Hahaha..” tawanya.

Mingi masih menatap wajah tampan Hyuk. Lalu gadis itu memposisikan dirinya duduk di samping Hyukjae. Digoyangkannya bahu Hyuk pelan. “Ireona Lee Hyukjae.. Ireona..”

Hyuk tetap menutup matanya. Ia sama sekali tidak mempedulikan Mingi yang berusaha membangunkannya.

“Aishh.. Jinja!” Desis Mingi. Detik berikutnya ia kembali tersenyum geli. Diraihnya kepala Hyuk lalu disandarkan dibahunya.

Mingi menatap beberapa pepohonan dan orang-orang yang berlalu lalang dihadapannya, tatapannya menerawang.

“Kenapa? Kenapa kau begitu bodoh?” Gumam Mingi, matanya melirik Hyuk yang tertidur di bahunya. “Kenapa kau begitu bodoh menungguku.” Lanjutnya.

Mingi kembali menatap ke arah depan. “Aku minta maaf, aku tidak bermaksud berlaku kasar padamu. Saat kau pergi, entah ada perasaan aneh pada diriku, sepertinya aku tak rela dan merasa benar-benar bersalah padamu. Aku bingung pada perasaan ini, perasaanku padamu. Aku memang memagumimu. Tapi apa semua itu telah berubah menjadi cinta sekarang? Kita bahkan baru bertemu, belum juga seminggu, tapi mengapa aku memiliki perasaan ini? Jantungku selalu berdebar cepat saat kau berada di sekitarku, seakan ingin melompat. Darahku rasanya ingin berhenti mengalir. Kau napas bagi Hyuk, ya rasanya kau napas bagiku. Ya, aku jatuh cinta padamu.”

“Benarkah?” Ucap Hyukjae lirih. Mingi yang menyadari Hyuk telah sadar segera menjauh darinya.

“K-kau sejak kapan sadar?” Tanya Mingi terbata.

Hyuk tak emnjawab Mingi. Hyuk menegakkan badannya. Lalu ia bangkit dari duduknya, ia menjongkok di hadapan Mingi. Tangan Hyuk menyentuh kedua tangan Mingi. Hyuk menatap Mingi dalam. Mingi tak menolak disentuh Hyuk, ia justru membalas tatapan Hyuk.

“Benarkah ucapanmu tadi? Kau berdebar berada dekat denganku? Darahmu serasa ingin berhenti mengalir? Apakah benar aku napas bagimu?” Tanya Hyuk. Ia mengeratkan genggamannya.

Mingi terdiam. Dengan baik ia mencerna segala perkataan Hyuk. Hatinya terunyuh dengan tatapan teduh Hyuk. Jantungnya berdebar lebih cepat dari yang sebelumnya. Perlahan Mingi menganggukkan kepalanya.

Hyuk tersenyum. “Kau tau? Aku bahagia mendengarnya. Kau pasti pernah mendengar cinta pandangan pertama. Dan kurasa aku mengalaminya. Saat aku tau ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan, ternyata kau mencintaiku, aku bahagia. Entah mengapa, yang jelas aku benar-benar bahagia kau juga mencintaiku karena aku mencintaimu. Saranghae..”

Mingi terpaku dalam diam. Ia ingin sekali meraba dadanya, berharap jantungnya masih ada disana berdetak dengan baik.

Hyuk menyentuh kedua pipi Mingi. Menarik wajahnya agar lebih mendekat. Kepala Hyuk bergerak ke telinga Mingi. “Kumohon Shin Mingi, jadilah kekasihku.”

1 detik, 2 detik, 3 detik, Mingi sadar akan kata-kata Hyuk. Ya, Hyuk menembaknya. Rasanya ingin segera Mingi pingsan di tempat itu, tapi ia tak bisa.

Hyuk masih menatap dalam Mingi. Yang ditatap hanya menunduk dalam. Entah sudah berapa lama Hyuk menanti jawaban Mingi. Sampai akhirnya Hyuk melepas genggamannya. Hyuk bangkit berdiri. Mingi yang tadinya menunduk, detik berikutnya mendongak menatap Hyuk.

Hyuk tersenyum, tersenyum getir. “Gwaenchana, aku tak akan memaksamu. Mencintaimu sudah cukup membuatku bahagia.” Hyuk membalikkan tubuhnya lalu melangkah pergi, meninggalkan Mingi.

Mingi menatap punggung yang menjauh. Tersadar akan kebodohannya, Mingi segera berlari menyusul Hyukjae. Mingi menahan tangan Hyukjae. Hyuk menoleh menatap Mingi, tatapan yang menandakan dirinya bingung. “Kau tidak bisa pergi begitu saja, kau belum mendengar jawabanku.”

Mingi melepas tangannya dari lengan Hyuk. Hyuk menatapnya dalam, menunggu kalimat selanjutnya dari Mingi.

Mingi mendekatkan tubuhnya ke tubuh Hyuk. Disentuhnya kedua pundak Hyuk. Chu~ Mingi mencium bibir Hyuk. Ciuman yang ringan tapi Hyuk membalasnya.

Mingi melepasakan ciuman mereka lalu menatap Hyuk dengan senyum termanisnya. “Aku mau menjadi kekasihmu Lee Hyukjae.”

Hyuk memeluk Mingi erat. Lalu tangannya menggandeng tangan Mingi. Membawa Mingi ke dorm.

Hyuk dan Mingi sekarang berada di antara member Super Junior, Donghae, Eeteuk, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, dan Heechul.

“Kau ingin berbicara mengenai apa Hyuk?” Tanya Eeteuk.

Mingi merangkul Mingi yang berdiri di sampingnya. Sontak Mingi menatap Hyuk tajam. Hyuk yang ditatap hanya menyeringai. “Aku ingin kenalkan yeoja ini. Ayo perkenalkan dirimu!”

Mingi menatap ragu para member yang ada dihadapannya. “Annyeonghaseo. Coneun Shin Mingi imnida. Kalian semua bisa memangilku Mingi.” Ucap Mingi sambil membungkuk lalu tersenyum.

Heechul melirik Hyukjae sebentar, lalu kembali menatap Mingi. “Berapa umurmu?” Tanyanya.

“21 tahun.”

“Kau cantik, senyumanmu manis.” Puji Sungmin.

“Ya, kau sangat manis.” Tambah Donghae.

Mingi hanya tersenyum amlu. Benar-benar ia bahagia, ingin rasanya ia melompat girang.

“Tentu saja.” Gumam Hyuk. Lantas ia merangkul erat Mingi. “Dia calon istriku.”

“MWO??” Ucap para member Suju serempak. Mereka saling menatap.

Kyuhyun memandang Mingi heran. “Mingi shi, kenapa kau mau menjadi calon istri monyet bodoh ini? Di kampus banyak pria tampan yang mengejar-ngejarmu. Aku juga jauh lebih tampan darinya, tapi kau tak melirikku.”

Hyuk yang mendengar ucapan Kyu segera menatapnya dengan tatapan membunuh. “Berani sekali kau mengataiku! Aku lebih tua darimu.”

“Kau pikir aku peduli?” Balas Kyu.

Eeteuk menggelengkan kepalanya. “Sudah-sudah. Kita sedang ada tamu.”

“Jadi apa mulai sekarang aku boleh melakukannya di dorm? Kalian kan sudah sering. Aku baru sekarang.”

Para member saling menatap.

“Ya, boleh.” Kata Sungmin dan Heechul berbarengan lalu pergi melangkah ke luar dorm.

Eeteuk dan Ryeowook bangkit dari duduknya berjalan melewti Hyuk sambil mengangguk.

Donghae dan Kyuhyun saling tatap. Kemudian mereka menghampiri Mingi dan Hyuk. “Kami izinkan asal kami boleh ikut.” Ucap Kyu dan Hae berbarengan.

“Kau sama saja mencari mati.”

Hae dan Kyu terkekeh pelan. Lalu mengangguk tak jelas. “Hati-hati Mingi shi, dirimu tak akan selamat jika Hyukjae sudah menginginkannya.” Bisik Hae.

Mingi hanya menatap ngeri Kyu dan hae yang berjalan ke dapur sambil menyeringai.

“Apa maksudnya?”

“Jangan dengarkan alien jelek seperti mereka. Ayo ikut aku!” Hyuk menarik tangan Mingi menuju kamarnya.

“Ini kamarku.” Kata Hyuk sambil tersenyum bangga menatap kamar rapinya.

“Kau benar-benar rapi sekali, majalah yang kubaca ternyata jujur juga.”

“Kau ini.” Desis Hyuk.

Mingi menatap keyboard di kamar Hyuk. Ia meraba keyboard itu. “Benar-benar tidak ada debunya.”

Hyuk memeluk Mingi dari belakang. Hyuk menenggelamkan wajahnya di antara leher dan bahu Mingi. “Kau wangi sekali.”

Mingi memutar tubuhnya lalu ia mengalungkan tangannya di leher Hyuk. “Wangi apa?”

“Seperti makanan lezat.”

Mingi hanya terkekeh pelan.

Hyuk mendekatkan wajahnya ke wajah Mingi. Hyuk mencium Mingi dalam, ciuman penuh cinta. Perlahan Hyuk melumat bibir mungil Mingi dengan lembut.

“Hmmpptt..” Desah Mingi tertahan.

Ciuman mereka semakin menjadi-jadi. Hyuk meraup tengkuk Mingi demi memperdalam ciuman mereka. Decakan dan desahan keluar dari mulut keduanya. Mereka bertukar saliva dengan ganasnya.

Hyuk menjilat bibir bawah Mingi, membuat Mingi membuka mulutnya. Segera setelah itu Hyuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Mingi. Lidah mereka bertautan panas.

Mingi melepaskan ciumannya, memberikan kesempatan Hyuk dan Mingi untuk menghirup oksigen.

Hyuk menciumi tengkuk Mingi. Minjilatinya dengan penuh nafsu.

“Ahhh.. Shhhh..” Desah Mingi.

Ciuman Hyuk turun keleher jenjang Mingi. Menciumi setiap inchinya dengan seduktif memberikan banyak tanda kemerahan disana.

“Hyukjae ahhhh.. ohhh..” Desah Mingi semakin menjadi.

Tangan Hyuk menyelusup kebali kemeja Mingi. Hyuk meraba perut rata Mingi, membuat Mingi kembali mendesah. Mingi tak mau kalah, Mingi meraba dada Hyuk, membuka satu-persatu kancing kemeja Hyuk lalu membuang kemeja itu ke sembarang arah

“Kau nakal sekali.” Bisik Hyuk. Mingi tak menggubrisnya. Ia hany mengecup dada Hyuk penuh nafsu.

Hyuk menarik kemeja Mingi, dalam sekali hentakan kemeja itu robek olehnya. Hyuk menatap gundukan montok Mingi. Diciuminya gundukan yang masih terbalut bra itu.

“Apa ini menganggu?” Tanya Mingi sambil menarik tali branya. Hyuk tersenyum evil lalu mengangguk.

Dalam hitungan beberapa detik. Mingi membuka branya sendiri lalu mendorong Hyuk ke ranjang. “Kita topless.. Bagaimana jika ada yang masuk?”

“Aku sudah mengunci pintunya. Ternyata kau sudah berniat dari awal. Pria jahat.” Ucap Mingi terkekeh.

Hyuk mendorong Mingi, kini Hyuk menindih Mingi. “Kau milikku.” Bisik Hyuk.

Hyuk meremas dada sintal Mingi dengan gemas, sesekali dipelintirnya puting Mingi dengan kasar.

“Ouchh Hyuuuahhh..”

Hyuk menciumi dada atas Mingi, memberikan banyak kissmark disana. Decakan dan decitan begitu mara terdengar. Hyuk terus menciumi tubuh Mingi hingga sampai pada payudara Mingi. Hyuk mengecup kedua puting payudara itu lalu wajahnya dibenamkan di antara payudara Mingi. Hyuk menghirup dalam aroma Mingi, kemudian dengan laparnya dihisap nipple Mingi.

“Ahhh..Ahhh…Ahhhhhh..Hyuuuhh ahhh.. Shhhh..” Desah Mingi semakin menjadi. Mingi menahan kepala Hyuk agar tetap meraup payudara montoknya.

Hyuk menjilati payudara Mingi hingga basah. Ia lalu memasukkan gundukan montok itu ke dalam mulutnya. Tangannya meremas kuat payudara Mingi yang bebas.

Tubuh Mingi menggelinjang menahan nikmat. “Hyuuuuahhh..Shhhh…”

Mingi menarik kepala Hyuk dari payudaranya. Dengan mata terpejam gadis itu melumat bibir merah Hyuk dengan nafsunya yang membuncah.

“Hmmmpphhh..Hmmmpphh..” Desah keduanya tertahan. Napas mereka terdengar memburu.

Mingi melepas ciumannya dengan Hyukjae. Bibirnya melengkung, ia tersenyum manis. “Sampai sini dulu..” Lirihnya.

Hyuk terlihat kecewa mendengar ucapan Mingi.

“Aku tidak ingin kita bermain terlalu jauh. Aku tak ingin melakukan hal yang lebih jauh. Aku tak ingin sebelum kita menikah. Aku belum siap Hyukjae. Kumohon mengertilah! Kau mencintaiku kan?”

Hyuk menghela napasnya berat. Hasrat dan nafsu serta keinginannya harus ia tahan. Hyuk mengangguk. “Aku mencintaimu. Aku tak akan menyakitimu. Aku akan melakukannya jika sau sudah siap suatu saat nanti.”

Mingi bangkit dari berbaringnya, Hyuk mengikutinya. Mingi memeluk tubuh Hyuk erat, Hyuk membalas pelukannya. “Aku mencintaimu..” Lirih Mingi.

Hyuk tersenyum. “Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku tak akan menyakitimu, tak akan membuatmu merasa sakit, tak akan mengkhianatimu, tak akan meninggalkanmu. Kau napas bagiku.”

Mendengar kalimat terakhir Hyuk membuat Mingi tertawa pelan dalam pelukan namjachingunya, Lee Hyukjae.

(Flashbck End)

Hyuk tersenyum simpul mengingat saat-saat indahnya dengan Mingi. Tanpa disadari air matanya mengalir di pipinya.

“Maafkan aku yang ingkar padamu, tapi sungguh aku mencintaimu.” Lirih Hyuk.

-TBC-

Sekian dulu FF ini. Nantikan BT 5 (The End) sesi B ya ^^

Gamsahamnida ~

57 thoughts on “[FF] Blood Tears 5 (THE END) – A

  1. wah…keluar juga part5 nya…sampe lumutan nungguin part akhir….walaopun belum ending…
    semoga segera dipublish endingnya…kasin mingi kalo hyukjae nya gak tau dia hamil ….

  2. Woaaa akhirnyaaa BT 5 *joget2gaje* . Daebak ,, rasanya agak geregetannsama eunhyuk udah punya mingi msh jga nyeleweng . Tp seneng banget sm couple ini (ʃ⌣ƪ) . Ditunggu lanjutanya thor😀

  3. eonnie part 5Bx kapan.. ampe lumutan nunggui.x udh dapat blog onnie tpi ttp aja belum ada part.B nya d korean NC juga ga ada… omoo eonni tak kasia. kah kau pada kami bikin penasaran tingkat dewa

  4. ini gk ada lanjutanya ya???? aku nungguin ff ini di KNC tapi gk keluar keluar jadi aku liat kesini,,,, eh belum keluar juga lanjutan.a….😦

    kutunggu loh thor part selanjutnya…….

  5. waahh ff’a daebaakkk!!!
    bikin aku merinding terharu jugaaa..
    kapan part B’a??
    cptn dong d posting..!
    ga tahannn..😀

  6. Haloo semua ^^
    Kayanya ini FF emang masih dalam proses diotak sy. Kemarin file nya hlg lg dan sy blm buat lg. Jadi kayanya juni sblm puasa deh ^^

  7. okeoke thor😉
    I’ll always waiting for you xD
    Semangat yaa My Idol Author xD
    Inget thor, ending nya hrus Happy ending gaboleh sad ending ataupun ngegantung xD -maksa-

  8. AUTHORRRRRR!!!! PUBLISH YANG B PUHLISSSSS. >,< aku nungguin udah ber abad abad nih-__- udah bulan juni thor jadi pleaseeee du publish ASAP YA HEHE:***

  9. Hai, new readers nih hehe. Bagus cerita nua min… bikin nangis wkwk.tapi kece kece!!! Part 5 b nya belom ada ya? ._. Di tunggu ya min

  10. Saeng mana part B nya???
    Part B nya please… Ak pengen banget baca akhir cerita nya… FF nya keren makanya ak mau baca lanjutannya…
    Di tunggu ya… Please… Gomawo

  11. Annyeong:)
    Author, Ini udah tahun 2016 jalan BT part B di post? T_T
    Aku kangen, apalagi Eunhyuk lagi wamil kan, cptlah di post itung2 buat obat galauin Eunhyuuk-_-:(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s