[MM] Deja Vu

Saat waktu telah berlalu, berjalan perlahan meninggalkan keadaan pahit kala itu. Saat itulah aku mulai sadar bahwa aku kehilangan dirimu. Lalu mengapa saat-saat itu harus kembali hadir. Mengapa saat-saat itu harus kembali disini, di pikiranku, di nadiku.

Aku menghembuskan napas dengan berat. Ini seperti Déjà vu. Kenangan manis dan pahit bersamamu harus kembali terputar. Ini benar-benar Déjà vu.

Tuan, bisakah kau tidak hadir membuat semua ini terjadi? Tuan, bisakah kau tidak membuat saat-saat mengerikan itu kembali? Tuan, bisakah kau tidak membuat diriku mengalami ini?

Déjà vu. Aku tak ingin semua itu kembali lagi. Kepahitan dan tangisan serta perih itu kembali. Aku tak ingin.

Aku memejamkan mataku untuk sekian detik. Baiklah, tak bisa kusangkal bahwa Déjà vu ini terus berada dalam diriku. Setelah semua terjadi, ku mohon wahai Déjà vu pergilah engkau. Aku tak menginginkan kehadiranmu. Sungguh.

Clarissa Velen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s