[FF] Blood Tears 4

 

 

 

Author : hyukiegirl

Cast :

1. Eunhyuk SJ

2. Mingi (you/reader)

3. Other SJ member

Genre : Yadong, NC 21, Romance

====

Annyeong semua ^^ Ini part 4 BT saya.. Hahah akhirnya selesai. Sebelumnya ini sudah di post di KOREANNC www.koreannc.wordpress.com ^^ Oke happy reading ^^

====

PLAKKK

Pria gondrong menamparmu tepat di pipi kanan. Dari sudut bibirmu mengalir darah.

“KAU BAJINGAN!” Katamu lalu menggunakan kakimu, kamu menendang junior pria gondrong.

“Argggghhh!!!’ Pria gondrong memegangi juniornya yang berkedut perih akibat tendanganmu.

Kamu melihat si botak, namja itu bangkit dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya.

“Jangan harap kau bisa hidup!!” Katanya lalu mendekat dengan pisau lipat yang tajam itu.

Kamu mengambil napas dalam lalu membuangnya perlahan. Kamu memejamkan matamu. ‘Tuhan, jika ini sudah waktunya, aku rela kau mengambilku sekarang.’, batinmu.

Kamu memejamkan matamu dan menggigit bibir bawahmu berusaha menahan sakitnya goresan pisau di kakimu.

“Ngghhhhh..” lenguhmu meringis kesakitan.

“Cih! Baru segitu saja kau sudah kesakitan hah?!”

“Argghh..” Pekikmu sedikit berteriak merasakan goresan pisau pada pahamu. Darah mengalir dari sana. Kamu terbata, bernapas pun saat ini sangat susah untukmu.

BRAK

Pintu coklat itu terbuka dengan kasar. Sungmin, Leeteuk, Siwon, Kyuhyun, Yesung dan Donghae ada disana. Kamu entah ingin berakata apa. Kamu merasa malu dan terhina dengan tubuh yang full naked seperti itu dan di sisi lain kamu merasa beruntung ada yang menolongmu.

BUK

Pria gondrong tersungkur ke lantai akibat pukulan keras Siwon di pipinya. Si botak yang melihat hendak membalas pukulan Siwon tapi Donghae segera menahan tangannya dan memelintirnya.

Sungmin berjalan ke arahmu. Ia melepas ikatan tanganmu pada tiang ranjang. Kamu hanya menatap Sungmin sayu. Saat tanganmu terlepas dengan sempurana kamu segera memegangi perutmu yang penuh darah, kamu terud menggigit bibir bawahmu meredam rasa sakit yang menyerang tubuhmu.

“Gwaenchana?” Tanya Sungmin panik melihat ekspresimu. Kamu hanya mengangguk lemah.

Sungmin mengamati setiap sudut ruangan mencari barang untuk menutupi tubuhmu karena bajumu sudah koyak dan rusak. Mata Sungmin menangkap sebuah selimut tipis, ia segera menyambarnya lalu melilitkannya pada tubuhmu. Sungmin melepas jaketnya dan memakaikan jaket itu juga ke tubuhmu.

4 pria kawan dari si botak dan pria gondrong masuk ke dalam kamar. Si mata almond berkelahi hebat dengan Donghae. Leeteuk mengurusi si botak dan Siwon mengurusi pria gondrong. 3 pria lainnya berhadapan dengan Yesung dan Kyuhyun.

Sungmin menatapmu sejenak dan tanpa berpikir panjang segera menggendong tubuhmu untuk keluar dari ruangan itu.

====

Kamu membuka matamu, pandanganmu masih buram. Kamu merasakan hembusan napas seseorang di lehermu. Kamu melirik ke sebelah kanan dan mendapati Eunhyuk dengan wajah lebam sedang tertidur pulas.

Kamu menatap wajah Eunhyuk yang penuh luka itu. Tanganmu terangkat hendak menyetuh wajahnya, tapi kamu terhenti menyadari kamu tidak berhak menyentuhnya lagi karena Eunhyuk bukan kekasihmu lagi.

Kamu hendak bangun dari posisi tidurmu. “Nghhh..” Lenguhmu menahan perih di bagian kaki dan pahamu. Goresan luka itu benar-benar menyiksa fisikimu yang lemah. Rasa sakitnya menjalar di sekujur tubuhmu.

“Aisshh..” Gerutumu kesal. Kamu melirik Eunhyuk yang tidurnya terusik, terlihat ia menggeliat pelan.

“Mingi ah, kau sudah sadar?” Tanyanya dengan suara khas yang lembut namun terdengar sedikit berat saat menghembuskan napasnya.

Kamu hanya mengangguk pelan. Ekspresimu datar, tidak bisa menunjukkan apapun. Kamu sendiri masih tidak percaya bahwa itu Eunhyuk, mantan kekasihmu yang ingin kamu mati, yang membencimu setengah hidupnya.

“Syukurlah..” Ujar Eunhyuk seraya duduk dari posisi berbaringnya tadi. “Mianhae..” Lanjutnya.

“…” Kamu terdiam, tidak mengatakan apapun. Bukannya tidak berniat mengatakan apapun, tapi kamu tidak tau harus berkata apa, menjawab dengan kalimat apa.

Kamu memejamkan matamu, air matamu mengalir. Memelukmu, itulah lakunya Eunhyuk sekarang. Ia memelukmu erat seakan tak ingin melepasmu, ia ingin selalu bersamamu. Entah, tapi kamu merasakan Eunhyuk yang sesungguhnya, dia yang hangat, dia yang begitu membuatmu nyaman, dia yang sangat kau cintai dan juga mencintaimu.

“Hyuk ah..” Katamu serak.

“Sssstt.. Jangan berkata apapun, jebal..” Lirih, Eunhyuk mengatakan kalimat itu dengan lirih, bahkan mungkin bisa dikatakan ia sedang berbisik.

“Apa aku sudah bersalah sebesar itu? Sebesar gunung di pegunungan eropa sana? Apa sebesar itu salahku?” Kamu hanya terdiam mendengar kata-kata Eunhyuk.

“Aku memang bodoh, sangat bodoh hingga buta dengan cemburu di hati ini. Apa kau tau? Rasa cemburuku ini sudah menguasaiku. Aku tak bisa menjaga diriku dari perasaan itu. Mianhae Mingi ah, jeongmal mianhae.”

Kamu tetap terdiam, air matamu hanya mengalir lebih deras. Kamu tau di setiap nada, di setiap kata dan hembusan napasnya, Eunhyuk tak berbohong, ia berkata jujur. Kejujuran itu yang membuatmu merasa sakit dan sesak di dadamu. Kamu tak bisa melihat Eunhyuk seperti ini, tak bisa.

“Aku sangat bodoh bukan? Tapi ada yang tak bisa aku sembunyikan, ada yang tak bisa membuatku membencimu terlalu lama, aku selalu ingin kau hanya milikku seorang, saranghae, jeongmal saranghae…” DEG! Jantungmu serasa berhenti berdetak. Inikah Eunhyuk? Apa benar ini Eunhyuk? Jika iya, tolong Tuhan biarkan ia seperti ini, mencintaimu. Kamu tak tau mau berkata apa, tak tau harus bagaimana, kamu tak bisa berbohong bahwa kamu mencintainya, sungguh mencintainya.

Eunhyuk melepaskan pelukannya, ia lalu meletakkan kedua tangannya di bahumu, memandang kedua matamu dengan mata almondnya yang teduh. Kamu sungguh tak berani menatap mata itu, tapi hatimu memintamu menatapnya.

“Apa aku masih punya kesempatan? Masih punya ruang di hatimu? Masih punya waktu untuk membayar segala kesalahanku? Apa aku masih punya?”

Kamu mengigit bibir bawahmu, namun detik berikutnya senyum di bibirmu mengembang dengan sendirinya. Hatimu, batinmu, ragamu dan jiwamu menerima Eunhyuk dengan senang hati. Masih dengan menangis dan tersenyum kamu memukuli dada bidang Eunhyuk pelan.

Eunhyuk meraih tangan kananmu yang memukulnya itu. Ia tersenyum, senyum yang tulus dengan mata yang berbinar penuh kasih sayang. “Saranghae..”

Kamu mendekatkan wajahmu ke wajahnya, meraba pipinya yang membiru juga sekitaran matanya yang mebiru. “Apa ini sakit?” Tanyamu mencoba mencari jalan agar tak canggung.

Eunhyuk melirik tanganmu yang meraba wajahnya. “Hmm..” Katanya mengangguk.

“Seharusnya kau tidak usah membuat onar di sana.”

Eunhyuk hanya terdiam, ia menghapus sisa-sisa air mata di wajahmu yang berkulit halus. Ia memperhatikan wajahmu dengan teliti.

Kamu menatap Eunhyuk sekarang, matanya terpejam dengan kepala yang dimiringkan, wajahnya mendekat ke wajahmu. Kamu memejamkan matamu, menerimanya.

Bibir kalian bertemu. Ciuman yang lembut terjangkit diantara kalian. Eunhyuk menjilat bibirmu, kamu membuka mulut dan Eunhyuk segera ambil alih rongga mulutmu.

“Hmmmpphhh..” Desah kalaian berdua tertahan. Eunhyuk mengemut bibir bawah dan atasmu secara bergantian, memberika sensasi nikmat luar biasa untukmu.

Kamu perlahan melingkarkan tanganmu di lehernya, Eunhyuk mengangkat sedikit tubuhmu, menuntunmu berdiri, masih dengan ciuman lembutnya di bibirmu.

“Hmmphh..” kembali desahan kalian tertahan.

Eunhyuk menyadarkan tubuhmu di tembok dekat meja hias kamarnya. Ia memeluk pinggangmu erat, memperdalam ciumanmu.

Kamu merasakan tubuhmu di sengat listrik, tubuhmu mendekat ke tubuh kekar Eunhyuk. Kamu merasakan ciuman ini, ciuman penuh cinta dan begitu lembut. Kamu menyematkan jarimu di rambut Eunhyuk, meremasnya pelan.

“Ahhh, hyuk ahhhh..” Racaumu tak jelas saat sekarang bibir Eunhyuk menari di tengkukmu, lehermu, membuat kissmark disana.

“Hyuk ahhhh, ohhh..” Racaumu lagi. Matamu kamu pejamkan menahan nikmat, lehermu kamu jenjangkan.

Eunhyuk masih sibuk mengemut setiap inci tengkuk dan lehermu. Emutan yang semakin keras membuatmu meremas rambutnya semakin kuat.

“Ahhhhh..” Desahmu. Eunhyuk sekarang nakal dengan tangannya yang meraba perut ratamu. Membuatmu merasakan kenikmatan disetiap sentuhannya.

Eunhyuk semakin bergairah. Perlahan Eunhyuk menyambar bibir mungilmu lagi, ciuman kalian semakin panas. Eunhyuk dan kamu bertukar saliva dengan lidah yang saling bertautan satu sama lain. Decakan dan desahan terus keluar dari mulut kalian berdua. Eunhyuk memainkan lidahnya di dalam rongga mulutmu.

“Hmmphh..” Lagi, kamu mendesah lagi merasakan indahnya ciuman kalian.

Tangan Eunhyuk masih sibuk meraba setiap inchi tubuhmu, lekukan tubuhmu yang indah. Kamu tak idam, tanganmu menelusup ke dalam kaos hitam Eunhyuk, meraba abs Eunhyuk.

Eunhyuk meraba payudaramu, ia hendak meremasnya namun kamu yang masih setengah sadar segera menahan tangannya dengan tangan kirimu  yang bebas.

Eunhyuk melepas ciuman kalian berdua. Ia menatap manik matamu  dan kamu balas menatapnya. Wajahmu hanya datar dan Eunhyuk pun demikian.

Eunhyuk menelan ludahnya. Tangannya diturunkan perlahan dari payudaramu. Ia hanya terdiam. Ia mengerti kamu belum siap. Belum siap untuk bercinta dengannya.

Eunhyuk membalikkan tubuhnya, ia membelakangimu. Lalu ia berjalan kearah deretan komiknya dan memilih salah satu. Eunhyuk menyandarkan tubuhnya di dinding, ia membaca komik itu.

“Kau marah?” Tanyamu pelan. Kamu berjalan kearah Eunhyuk, lalu berdiri disampingnya, menatapnya.

“Aniyo..” Jawabnya sambil menggeleng dan tak menatapmu.

Kamu tau, Eunhyuk tak marah. Namun entah kamu sendiri tak ingin menyelesaikan semuanya dengan cara tadi. Kamu hanya tersenyum tipis. Kamu menghadapkan tubuh Eunhyuk agar ia menatapmu. Eunhyuk akhirnya menatap wajahmu.

“Mianhae..” Katamu lirih.

Kamu meraih kerah kaos Eunhyuk, menarik wajahnya agar mendekat ke wajahmu. Kamu menutup matamu, mendekatkan wajahmu ke wajahnya. Lalu kamu mulai melakukan ciuman kalian yang entah keberapa kali hari ini.

Eunhyuk membalas ciumanmu dengan lembut. Ia menjatuhkan komiknya ke lantai, lalu kedua tangannya memeluk pingangmu erat. Kamu mengalungkan tanganmu ke lehernya. Eunhyuk semakin mencondongkan wajahnya ke wajahmu, memperdalam ciuman kalian.

Eunhyuk mengemut bibir atas dan bawahmu. Kalian bertukar saliva dengan lidah yang bertautan. Kembali dengan decakan dan desahan.

“Ahhhh..” Desahmu. Eunhyuk kini meremas payudaramu dari balik kaos putihmu. Kamu tak menolak, kamu sudah menyerahkan semuanya untuk Eunhyuk sekarang, termasuk yang paling berharga yaitu kesucianmu.

Eunhyuk terus bermain dengan payudaramu. Kali ini ia meremas dengan lebih keras.

“Ouuchh Hyukk ahhh ouchhh..” Kamu meracau tak jelas. Eunhyuk sibuk menelusuri leher dan tengkukmu dengan bibirnya. Ia membuat kissmark di sepanjang leher jenjangmu.

Tanganmu bergerak menarik-narik ujung kaos Eunhyuk. Masih dengan sibuk menciumi leher dan tengkukmu, Eunhyuk mengangkat kedua tangannya. Kamu yang mengerti segera menarik kaos itu ke atas dan sekarang Eunhyuk sudah topless menampangkan abs nya yang begitu menggoda iman.

“Ahhh..” Lenguhmu saat Eunhyuk menjilati daun telingamu, membuatmu terangsang.

Kamu kembali mengalungkan tanganmu di lehernya. Eunhyuk sedikit mendorong tubuhmu sehingga menyandar di tembok. Ia masih sibuk menjilati daun telingamu.

“Ahhh Hyuk ahhhh… Ouchhh..” racaumu saat Eunhyuk meraba-raba punggungmu.

Eunhyuk yang sudah memuncak nafsu birahinya dengan cepat merobek kaos yang kamu gunakan. Sekarang tubuhmu hanya berbalut bra hitam dan hotpants dan Eunhyuk dengan celana jeans panjangnya.

Kalian kembali berciuman dengan panas. Kamu meremas rambut merah Eunhyuk dengan kuat. Eunhyuk memeluk pinggangmu erat. Sambil berciuman kalian berputar-putar, bibir kalian bertautan seolah tak ingin melepas satu sama lain.

Eunhyuk perlahan menjatuhkan tubuhmu ke atas kasurnya. Ia menindih tubuhmu. Tangan kirinya bertumpu pada kasur agar tidak menimpamu.

Masih dengan berciuman, Eunhyuk meraba punggungmu mencari kaitan bramu.

TREK

Eunhyuk berhasil melepaskannya dan segera membuangnya ke sembarang arah. Ia langsung meraup payudaramu yang sangat menggairahkan di matanya.

“Ahhh.. Ouchhh.. Hyuuu ahhhh.. Shhhh..” Kamu meracau lebih keras. Tanganmu menekan kepala Eunhyuk agar lebih melahap payudaramu.

Eunhyuk menjilati nipplemu, menggigit kecil nipplemu yang merah dan sudah mengeras. Ia memainkan lidahnya dengan penuh nafsu. Tangan kanannya tak diam, tangan itu memberikan pijatan penuh nikmat di payudaramu yang bebas.

“Ahhh… Shhhh.. Hyuk ahhh..” Lenguhmu. Tubuhmu menggelinjang merasakan kenikmatan sentuhan Eunhyuk.

Eunhyuk masih fokus di payudaramu. Mulutnya masih sibuk memenuhi nafsunya. Tangannya namun sudah berganti. Tangannya mulai nakal di kakimu. Ia meraba pahamu.

“Ahhhh..” Desahmu.

Tanganmu menari di abs Eunhyuk. Kamu meraba abs kotak-kotak tahu miliknya. “Ahhh Mingiii ahhh..” Desahnya.

Eunhyuk meraba selangkanganmu. Kamu kembali menggelinjang kegelian. “Ohh Hyuk ahhh..” Racaumu.

“Ahhh.. Ouuchhh… AHHHhh..” Racaumu lagi. Tangan Eunhyuk meraba miss V yang masih berbalut hotpants.

“Chagi ahhh…” Lenguh Eunhyuk saat jari jemarimu membelai tonjolan pada jeans Eunhyuk yang sudah mengeras.

Eunhyuk mengangkat tubuhmu seperti menggendong anak kecil. Ia menyandarkan tubuhmu ke tembok. Kamu menatap mata Eunhyuk yang menatapmu tajam. Deru napasnya terdengar jelas, hembusan napasnya menerpa wajahmu.

“Hhhh..” Eunhyuk membuang napasnya berat. “Mingi ah, gwaenchana?”

“Hm?” Tanyamu bingung.

Eunhyuk terdiam. Menciummu, itulah lakunya sekarang. Ia menciumi penuh cinta dan sayang miliknya. Ia menciumi dengan lembut. Kamu membalasnya sama lembut.

Eunhyuk melepas ciumannya, ia mendekatkan bibirnya ke telingamu. “Mianhae, izinkan aku melakukannya.” Biskinya.

Kamu tertegun sejenak. Di setiap kata yang Eunhyuk bisikka, itu semua terdengar tulus. Air matamu mengalir. Entah, kamu seendiri tak tau mengapa air mata itu mengalir. Perasannmu sendiri tak bisa kau baca.

Eunhyuk kembali menatapmu, kali ini lebih tajam. “Kau belum siap?”

Kamu hanya terdiam. Ekspresimu datar. Otakmu tidak bekerja dengan baik. Jantungmu berdebar. Dadamu serasa sesak. Kamu hanya menunduk sekarang, kamu tak berani menatap mata Eunhyuk yang penuh cinta itu, kamu tak ingin menyakiti pemilik mata itu.

“Gwaenchana..” Eunhyuk berkata lirih, ia mengambil jeda sejenak. “Kita bisa lakukan setelah menikah nanti, kau gadisku.”

Kamu memejamkan mata, air mata itu mengalir lagi. Tidak, kamu sudah menyakitinya, pria yang sangat kau cintai dan juga mencintaimu. Eunhyuk meraih dagumu, mengangkat wajahmu agar menatapnya.

“Saranghae.. Jeongmal..” Kata Eunhyuk, lalu sekilas ia memberikan ciuman lembut di bibirmu.

Eunhyuk tersenyum memamerkan gummy smilenya. Ia berbalik menjauh darimu. Eunhyuk membuka lemari pakaiannya, ia sepertinya sedang sibuk mencari sesuatu.

Kamu masih berdiri di tempat. Kamu masih mematung. Hatimu sakit melihatnya ekspresi kecewanya. Entah apa yang ada di otakmu. Tapi kamu, otakmu, hatimu, menyuruhmu berjalan ke tempat Eunhyuk berdiri saat ini.

Kamu memeluk tubuh Eunhyuk dari belakang. Kamu melingkarkan tangamu di perutnya. Kamu menyandarkan kepalamu di punggung Eunhyuk yang penuh peluh.

Eunhyuk memegang tanganmu dengan kedua tangannya. “Waeyo?” Tanyanya pelan.

Kamu hanya menggeleng dalam diam. Eunhyuk bisa merasakan gelengan kepalamu di punggungnya.

Eunhyuk melepas pelukanmu. Ia memutar tubuhnya menghadapmu. Tanganmu jatuh ke bawah, tak lagi menyentuh Eunhyuk. Eunhyuk pun demikian, tangannya ke bawah dan tak ada yang memelukmu atau menyentuhmu. Jarak di antara kalian hanya 10 cm.

“Ada apa huh?” Tanya Eunhyuk, nada bicaranya terdengar sangat sabar.

Kamu terdiam. Kedua tanganmu bergerak menuju tangan kanan Eunhyuk lalu meletakkannya di dadamu.

Eunhyuk menatapmu. Matanya menatap tak percaya. “Apa tidak apa-apa?”

Kamu mengangguk pelan dan perlahan senyummu mengembang. “Lakukanlah..”

Eunhyuk mendekatkan tubuhnya ke tubuhmu. Namja itu memeluk pingangmu lalu menciumi bahu putihnya yang sudah terekspos.

Kamu mengalungkan tanganmu ke leher Eunhyuk. Eunhyuk sibuk member kissmark di bahumu. “Ahhhh..” Desahmu.

Perlahan tanganmu meraba pinggang Eunhyuk lalu membuka resleting jensnya. Sama denganmu, Eunhyuk juga meraba bokongmu lalu dengan cepat ia menurunkan hotpants dan CD mu secara bersamaan dan dilemparnya ke sembarang arah.

Eunhyuk mendorong tubuhmu ke tembok. Ia melepas jenasnya dalam hitung detik. Eunhyuk menghimpit tubuhmu dengan tubuhmya. “Hmmmmppphhh…” Desah kalian tetahan. Kalian kembali berciuman panas.

Eunhyuk meraba miss Vmu “Ahhhhh..” Desahmu.

Eunhyuk memasukkan 2 jarinya sekaligus ke liangmu. Ia mengaduk isi liangmu dengan tempo yang cepat. Tubuhmu menggelinjang kegelian. Dada kalian bergesakan. Eunhyuk yang melihat payudaramu yang bebas dengan cepat menyambarnya.

“Ahhhh… Hyukk ahhhh..” Lenguhmu. Mulut Eunhyuk sudah penuh dengan payudaramu. Payudaramu begitu nikmat di lidahnya. Eunhyuk menyusu di payudaramu seperti bayi kelaparan.

Kamu tak diam, tanganmu menekan kepala Eunhyuk untuk melahap payudaramu sendiri. Kamu memberikan kiss mark di bahu Eunhyuk.

“Ahhh..” Desah Eunhyuk tertahan karena mulutnya masih sibuk dengan payudaramu. Kamu menjilati daun telinga Eunhyuk, merangsangnya.

Tanganmu kembali bermain. Perlahan tanganmu turun ke bagian bwah tubuh Eunhyuk. Kamu menggenggam junior Eunhyuk. Kamu mengocok juniornya dengan sayang.

“Ohhhh ahhh chagiahhhh..” Racau Eunhyuk. Tanganmu terus mengocok junior Eunhyuk, meremasnya kuat-kuat.

Eunhyuk tak berhenti dengan liangmu. Ia memasukkan 5 jarinya sekaligus. 5 jari itu mengaduk lubang kenikamatanmu dengan cepat. Tubuhmu bergetar hebat menahan sensasi geli sekaligus nikmat yang luar biasa.

“Hyukk ahhhh..” Desahanmu terdengar serak. “Perihhh hyukk ahhh… Ohhh…”

Eunhyuk mengeluarkan jarinya dari liangmu lalu ia menarikmu bersama dengannya jatuh ke lantai. Kamu berada di atas Eunhyuk, menindihnya. Eunhyuk berdiri lalu kamu berlutut. Eunhyuk menyodorkan juniornya tepat di hadapan wajahmu. Kamu memasukkan junior besar Eunhyuk ke dalam mulutmu.

“Ohhhh Chagiahh.. Ohh.. Ahhh..” Racau Eunhyuk. Kamu memeainkan lidah dan gigimu  di junior Eunhyuk. Kamu memasukkan keluarkan mulutmu dengan tempo yang membuat Eunhyuk merem melek sambil meramas rambut hitam panjang milikimu.

“Chagiahhh ohhh.. akuuu..”

CROTTTTT

“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……….” Desah Eunhyuk panjang mengeluarkan cairan spermanya yang penuh dimulutmu, sebagian cairannya keluar melali sudut bibirmu.

Eunhyuk menarik wajahmu menatapnya lalu mencium bibirmu dengan ganas. Kamu segera mentransfer cairan Eunhyuk dari mulutmu ke mulutnya. Eunhyuk menelan spermanya begitu juga kmau menelan sebagian sperma Eunhyuk.

Eunhyuk mendorong tubuhmu ke lantai. Eunhyuk segera menyambar miss V mu. Ia membenamkan wajahnya di antara kedua pahamu. Miss V mu yang belum orgasme itu di hisapnya dengan kasar.

“Ohhh .. Shhhhh.. Ahhhh Ouchh.. Jagiya…” Racauanmu mebuat Eunhyuk semakin menghisap dalam miss V mu.

Tubuh bergetar. Kamu meremas rambut Eunhyuk. Lehermu menjenjang menerima senasi lidah Eunhyuk yang memporak porandakan liangmu.

CRROOTT

“Ahhhhchhhhchhh..” Desahmu panjang sama seperti Eunhyuk tadi. Eunhyuk segera menelan cairan cintamu dengan penuh nafsu.

Eunhyuk bangkit lalu menyemburkan cairan cintamu yang belum ditelannya tepat di atas sekujur tubuhmu, payudaramu dan perutmu semuanya penuh cairan cinta milikmu.

“Ahhhh.. Hyuk ahhh… Ouchh Ahhh..” Tubuhmu bergerak kesana kemari saat lidah Eunhyuk menjilat sekujur tubuhmu. Ia menjilatinya dengan seduktif, membersiahkan tubumu dari cairan cinta dengan lidahnya.

Selesai dengan itu, Eunhyuk mengangkat tubuhmu dan menyandarkannya ke tembok. Eunhyuk meraih mengecup keningmu. Eunhyuk meraih kepalamu lalu menyandarkan kepalamu di dada bidang milikknya.

Eunhyuk meraih kaki kirimu dan leingkarkannya di pinggangnya. Tangan kiri Eunhyuk memeluk pingganmu lalu tangn kanannya mencengkram bahumu. Kamu memeluk pinggang Eunhyuk dan masih menyandarkan kepalamu di dadanya.

“Nggghhhhhhh..” Lenguhmu saat junior Eunhyuk baru masuk separuh ke liangmu.

Eunhyuk meperkuat cengkramannya di bahumu. Kamu mengigit bibir bawahmu menahan sakit dan perih di miss V mu. Eunhyuk terus mendorong juniornya.

JLEBB

Junior Eunhyuk sudah masuk sempurna di lubangmu. Beberapa tetes darah terjatuh di lantai. Junior Eunhyuk sudah menembus selaput dara milikimu.

“Arggggggghhhhhhhhh..” Ringismu kesakitan. Ini sungguh benar-benar sakit dan membuat kakimu lemas.

Eunhyuk meraih kepalamu, menghadapkan wajahmu ke wajahnya. Eunhyuk melumat bibirmu yang merah. Ia berusaha mengalihkan rasa sakitmu.

“Ngghhhh.. Ohh.. oppa.. pe..ahh..rih…” Racaumu.

Eunhyuk terus menggoyangkan pinggulnya. Juniornya di maju mundurkan perlahan lalu semakin cepat. Tubuhmu naik turun seiring gerakan junior Eunhyuk di lubangmu. Kamu mencakar punggung Eunhyuk menahan sakit.

Eunhyuk menatapmu. “Sakit ini tidak akan berlangsung lama..” Katanya lirih sambil tersenyum lalu mengecup puncak kepalamu, keningmu, kedua kelopak matamu, kedua pipimu dan berakhir di bibirmu. Eunhyuk melumat bibirmu lagi dengan penuh cinta.

Eunhyuk masih tersu menggerakan pinggulnya semakin cepat. Kamu dan Eunhyuk mendesah terus menerus merasakan kenikmatan.

“Ahhhh.. Chagiahhhh..” Desah Eunhyk.

Kamu sibuk menjilati dada bidang Eunhyuk, sedang namja itu semakin mempercepat genjotannya di lubangmu.

“Ohh opppaaa ah..”

“Chagi ohhh..”

“Oppa ahhhh aku mau keluar… ahh…” Lenguhmu. Unhyuk hanya mengangguk.

“Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..” Desah kalian berdua panjang. Eunhyuk sudah menyemprotkan berjuta spermanya di rahimmu. Rahimmu sendiri terasa hangat. Cairan cintamu dan sprema Eunhyuk sudah menyatu di rahimmu.

Eunhyuk mengatur napasnya, begitu juga denganmu. Napas kalian sama-sama tersengal-sengal. Eunhyuk mengangkat tubuhmu dan kalian berdua sekarang merebah di atas ranjang.

Eunhyuk tersenyum sekilas lalu kembali menggenjot juniornya. Kalian berdua terus bercinta hingga lupa waktu. Desahan, decakan, dan decitan pun tak luput terdengar. Desahanmu selalu membuat nafsu Eunhyuk meningkat.

“HHhhhh..” Kamu membuang napasmu pelan. Kalian sudah melakukan 4 ronde hari ini. Tubuh kalian pun sama-sama penuh peluh. “Aku lelah..”

“Hmmm..” Gumam Eunhyuk. Ia meraih tubuhmu dalam dekapannya.

Eunhyuk menarik selimut lalu menutupi tubuh kalian berdua dengan selimut itu.

Kamu menatap Eunhyuk yang tersenyum. Senyum yang begitu menawan itu sangat kamu rindukan. Eunhyuk memeluk pingganggamu.

“Oppa..”

“Hmmm..” Eunhyuk kembali bergumam. Tangannya menyibak ponimu. Eunhyuk mengusap peluh di keningmu lalu mengecup keningmu.

“Saranghae Hyuk ah…” katamu pelan nyaris berbisik, tapi Eunhyuk mendengarnya.

“Nado saranghae..”

Eunhyuk menatap manik matamu. Kamu hanya tersenyum lalu mencium pipi kanan Eunhyuk.

“Kau hanya gadisku, milikku..” bisik Eunhyuk di telingamu.

Hatimu merasa damai. Jiwamu terasa sangat tenang. ‘Tuhan, tolong jangan biarkan ini berlalu begitu cepat, jangan biarkan namja ini menderita atau bahkan merasa sakit. Tuhan, aku sungguh mencintai namja ini, biarkan ia bahagia Tuhan. Hyuk ah, saranghae.. jeongmal..’ Batinmu.

====

Selamat Pagi Jagiya ^^ Selamat menjalani harimu. Setelah semalam, hari ini menjadi hari pertama kita memulai semuanya dari awal bukan? Kita sudah bersama kembali dan akan jalani hari-hari berikutnya dengan penuh cinta😀

Jalani harimu dengan senyuman hari ini jagiya.. Jangan lupa makan jjangmyun di dapur ya? Aku sudah beli bahan tapi belum kubuat karna tak bisa, kau bisa buat sendiri kan? Maaf merepotkanmu.

Selanjutnya, maaf aku meninggalkanmu yang masih tertidur, setelah kemarin tak bekerja aku harus kembali lagi bekerja. Lukaku sudah sembuh kok ^^ Ohiya jangan lupa ke dokter dan sembuhkan lukamu ya jagi ah..

Istirahatlah yang cukup ^^ Saranghae..

Your Love, Eunhyuk

Kamu terdiam menatap sebuah pesan singkat pada kertas putih yang diletakkan Eunhyuk di atas tust keyboard miliknya.

Senyum manis terukir di wajahmu. Eunhyuk sudah kembali seperti dirinya yang asli. Eunhyuk yang sangat mencintaimu ini benar-benar sudah membuatmu seperti melayang di udara.

Kamu menatap tubuhmu yang berbalut selimut. Mengingat kejadian semalam adalah hal tergila menurutmu. Ingat? Itu yang pertama bagimu dan Eunhyuk sudah merebut apa yang sepututnya direbut setelah menikah nanti.

Kamu segera mencari dimana ponselmu. Saat ini ponsel itu bergetar hebat di atas ranjang. Kamu meraihnya dan mengercitkan dahi saat mengetahui nomor itu nomor yang tak dikenal.

“Yoboseo..” Sapa orang diseberang sana.

“Ne?”

“Mingi ah, ini aku Nara.”

“Mwo? Ya, Jang Nara mengapa ganti nomor?”

“Ahh bukan ganti nomor, tapi aku sedang memakai ponsel Youra.”

“Begitu? Ada apa?” Tanyamu sambil mengangguk-ngangguk.

“Cepatlah ke toko. Kau tau, manager mencarimu. Mingi ah, ini sudah jam 11 pagi.”

“Jinjayo?” Kamu melebarkan mata dan mencari jam waker di sudut kamar Eunhyuk, benar saja ini jam 11 dan itu berarti kamu telat 2 jam. “Mianhae, aku akan segera kesana.”

TUT

Kamu memutuskan telephone dan bergegas mandi. Masalah besar dan resiko diberhentikan sudah ada dihadapanmu saat ini. Terhitung dalam seminggu ini kau sudah ditegur 7 kali karena terlambat, melamun, atau malah memberikan kembalian lebih.

====

Kamu menatap chocolate cake yang lezat. Jino dan Hanji serta ahjumma membantumu untuk membuat cake ini. Kata ahjumma, untuk pasangan seperti kamu dan Hyukjae harus memilki banyak waktu di hari pertama ini. Ahjumma menyarankanmu untuk cake ini dan juga ke dorm malam ini.

Kamu menghela napas panjang. Kamu berjalan di sepanjang koridor apartmen tempat dorm Suju berada. Mengingat keberuntunganmu hari ini membuatmu tersenyum. Bagaimana tidak? Tadi pagi kamu sudah berpikir akan diberhentikan tapi ternyata keberuntunganlah yang kamu hadapi, kamu dan Nara diputuskan untuk menjadi pelayan hotel ternama yang juga milik pemilik supermarket. Tak hanya Nara dan kamu, Minrin dan Yekyo juga ikut dalam hal tersebut.

Kamu lagi-lagi tersenyum menatap pintu coklat dihadapanmu. Kamu memencet bel dan pintu itu pun tak lama terbuka.

“Cari siapa?” Tanya gadis cantik dengan tanktop hitam, blazer putih dan hotpantsnya. Gadis itu sangat seksi dan sepertinya ia sangat familier untukmu.

“Aku…”

“Jagi, siapa yang datang huh?” kamu tertegun, itu suara Eunhyuk dan namja itu seperti sedang melangkah menuju pintu.

Kamu mengigit bibir bawahmu, gadis di depanmu menatapmu bingung. Kotak cake mu terjatuh, air matamu mengalir, dadamu sesak, hatimu merasa tersayat.

Kamu hanya tersenyum sekilas dan cepat menghapus air matamu. Kamu berbalik dan melangkah pergi dari tempat itu, pelan tapi pasti kamu lenyap di baliklift diujung lorong.

“Siapa?” Tanya Hyukie pada sang gadis.

“Molla, sepertinya itu fansmu atau mungkin siapa lah entah. Ini tadi dijatuhkannya.” Kata gadis itu sambil menyodorkan kotak kue milikmu.

Eunhyuk mengercitkan dahi lalu membuka kotak kue itu dengan perlahan. Eunhyuk tertegun. Jantung seakan berhenti berdetak. Di cake itu tertulis dengan cream ‘Happy Anniversary 3 years’. Eunhyuk tau itu cakemu. Ini memang anniv kalian yang ke 3 terhitung sejak pertama kali kalian menjadi sepasang kekasih 28 Mei 2009.

Eunhyuk mentap sang gadis dengan mata tajamnya. “Ada yang harus kuselesaikan.” Katanya cepat lalu berlari keluar gedung apartment. Entah Eunhyuk kemana, namun ia tau pasti apa yang harus dilakukannya.

TBC

^^ Tunggu part 5 ya chingu ^^

13 thoughts on “[FF] Blood Tears 4

  1. aaarrrrrggggghhhhhh…. Hyuk oppa kau berselingkuh eoh :@ , aigooooo😮
    Emosiii …. Tdi aj mingi selingkuh marah y minta ampun .

  2. Huaaaaa sumpah bgus bgt cerita nya thor!!!!! >< please lnjut dong part 5 nyaa.. bhkan ni udh setahun brlalu~ jebal..
    trus yeoja trakhir tu siapa?? andwae jgn psahkan mreka lg T.T
    #nangis guling" bareng dangko

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s