[FF] Blood Tears 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author : hyukiegirl

Cast :   1.Eunhyuk, other Member Suju, Ahjumma dorm

2. Shin Mingi (you)

3. Other cast

Genre : Yadong, NC 17, Romance, CHAPTER

====

Annyeong semua ^^ saya kembali dgn BT part 2 ini. Sebelumnya ini sudah di post di KOREANNC http://www.koreannc.wordpress.com ^^

====

Kamu terus berjalan di tengah derasnya hujan. Hujan ini membuatmu terseyum, setidaknya langit masih menemanimu saat ini menangis.

“MINGI YAAA..” Hanya teriakan suara Hyukjae yang kau dengar sebelum akhirnya semua menjadi gelap. Ya, kamu pingsan.

Hyukjae hendak berlari mengangkat tubuhmu yang berada di sana, di tengah hujan tergeletak, namun lagkahnya terhenti ketika melihat tubuhmu saat ini di bopong oleh Donghae dan Leeteuk. Eunhyuk begitu sakit melihatnya.

Eunhyuk mengepalkan tangannya kuat, ya ia geram melihat pemandangan ini. Eunhyuk dengan cepat menyingkir dari tempat itu, ia berlari menembus dinginnya malam bersama hujan.

====

Kamu mengerjapkan matamu,, berusaha membiasakan matamu dengan sinar matahri yang menembus jendela.

“Ngghhh..” lenguhmu. Kamu menyipitkan matamu. “Dimana ini?” Gumammu.

CKLEK

Pintu kamar ini terbuka. Sosok yang kau kenal masuk ke dalam dengan nampan berisi ramen dan susu coklat panas. Ia adalah seorang wanita paruh baya yang kau anggap sebagai ibumu sendiri selama ini.

“Ahjumma..” Katamu lirih.

“Sarapanlah dulu lalu kau mandi.” Katanya tersenyum. “Oh iya, ini ramen untukmu. Sebelum pergi tadi Sungmin dan Donghae berpesan agar aku tak membuatkanmu bubur, kata mereka kau tak suka bubur.”

Kamu mengangguk dan memamerkan deretan gigi rapimu tersenyum. “Gomawoyo..”

Kamu meraih mangkuk ramen dan memakannya. Kamu begitu lapar, maklumlah sejak siang kemarin kamu belum makan apapun.

“Ahh enak sekali, aku sangat kenyang.” Katamu terkekeh. Ahjumma hanya tertawa geli melihat tingkahmu.

“Ku dengar kau memutuskan Hyukjae..” Kalimat itu membuatmu terdiam seribu bahasa. Raut wajahmu berubah seketika. Baiklah, kamu sangat takut membicarakan Hyukjae yang kamu cintai itu.

“Ahjumma.. Apa Hyukjae ”

“Hyukjae belum pulang dari tadi malam.” Potong ahjumma, wanita paruh baya itu hanya menatapmu sayu.

(flashback)

Ahjumma sedang asyik bercengkrama dengan Ryeowook dan Yesung seputar drma Park Yoochun yang 1 management dengan Super Junior sambil tertawa bersama mengagumi keindahan alur drama itu.

Ahujmma memang di dorm saat jam 12 tadi malam. Ahjumma memutuskan menginap di dorm karena hujan semalam lumayan lebat atau mungkin lebih dari kata lumayan itu sendiri. Ahjumma juga sudah menelphone anak semata wayangnya Seung Kyu.

“Palli!!” Pekikan Leeteuk membuat semua yang ada di dalam dorm termasuk Siwon yang juga menginap panik seketika.

Siwon dan Yesung mendahului Ryeowook dan ahjumma mengecek apa gerangan yang terjadi. Dan disana Leeteuk sedang menutup pintu, Sungmin menggendong tubuh yang sangat dikenal ahjumma, ya itu tubuh Mingi kekasih Hyukjae dan Donghae ia menenteng tas selempang kecil milik Mingi.

“Ada apa? Mengapa menjadi begini?” Tanya Yesung syok sampai-sampai sedikit mulutnya terbuka.

“Nanti akan kujelaskan.” Kata Leeteuk cepat.

Leeteuk membantu Sungmin meletakkan tubuh mungil gadis itu di atas ranjang kamar Hyukjae. Leeteuk terlihat ling-lung begitu juga dengan Sungmin yang memijat dahinya merasa pusing. Siwon menatap kedua namja itu bingung lalu mlirik Donghae yang sangat menampakkan wajah kekhawatiran dan sedihnya itu.

“Ahjumma sekarang kau bisa menggantikan pakaiannya? Ahh aku bersyukur kau menginap hari ini.” Kata Leeteuk lagi-lagi iya berkata dengan cepat.

“Tenanglah, kalian ini seperti anak baru remaja saja. Keluarlah dulu.” Kata ahjumma pelan lalu kemudian menggantikan pakaian Mingi yang memang sangat diluar dugaan gadi itu menggunakan kemeja dan rok kerja hitam mini yang basah hingga melekat ditubuhnya ditambah dengan kemejanya tak ada kancingnya satu pun sehingga mengekspos sebagian tubuhnya.

Leeteuk dan Sungmin menatap ahjumma yang bau saja keluar dari kamar Hyukjae. Leeteuk terdengar mendengus pelan.

“Mingi sedang tidur, ia baik-baik saja.” Ahjumma mengambil jeda sedikit lalu melanjutkan kata-katanya. “Ada kejadian besar apa sehingga keadaan kalian semua pulang seperti ini?”

“Itu..” Leeteuk terlihat menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Katakan juga hyung, Hyukjae dimana sekarang?” Ujar Yesung pelan.

Sungmin mengehembuskan napasnya berat. “Jadi Hyukjae mabuk ya kupikir tidak terlalu berat karena sepertinya ia masih tetap bisa mengontrol sedikit tubuhnya, tapi sayang ia berbuat hal yang tidak seharusnya kepada Mingi. Lalu Hyukjae berkata tak acuh terhadap Mingi dan Mingi memutuskan hubungan mereka. Saat Mingi sedang berjalan menjauh, tubuhnya jatuh oingsan. Hyukjae berteriak namun tetap di tempatnya. Kami bertiga berlari, dan saat menoleh di tempat Hyukjae berdiri, bocah itu sudah lenyap.”

“Maksudmu Hyukjae hilang?” Kyuhyun melebarkan matanya.

“Aisshh! Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus kita katakan pada manager hyung?” Kata Siwon frustasi.

“Istirahatlah semuanya, kita akan berdiskusi besok pagi. Semua lelah bukan? Selamat malam.” Kata Leeteuk yang akhirnya keluar dari dorm bersama Donghae dan Siwon ke dorm Suju yang lain.

(flashback end)

“Jadi serumit itu ahjumma?” Katamu lirih.

Ahjumma mengangguk, tatapannya masih menerawang. Kamu menghela napas panjang, seakan ada yang terbesit di pikiranmu, dan itu adalah sesuatu yang buruk.

“Mingi ya.. Apa kau benar-benar tak mencintainya lagi?”

Kamu mendongak menatap mata ahjumma yang terlihat serius. “Molla, aku sendiri tidak yakin dengan perasaan ini.”

Ahjumma tersenyum samar, ia mengelus rambutmu pelan. “Pikirkan baik-baik tapi jangan terlalu memaksakan dirimu. Sungguh, berdusta itu menyakitkan.”

Kamu hanya terdiam tak bereaksi mencoba mencerna baik-baik kalimat yang dilontarkan ahjumma. Ya, kamu harus mencari tahu jawabannya apakah cinta ini masih milik Hyukjae atau mungkin cinta ini justru sudah tak ada sama sekali untuknya.

====

Eunhyuk menatap N Seoul Tower datar. Namja itu terlihat sangat kacau.  Lihatlah kaos hitamnya dan jaketnya sudah lusuh ditambah jeansnya yang tak kalah lusuh dan kotor. Benar-benar, orang bahkan tak menyangka dia Eunhyuk Super Junior.

“Seharusnya aku mengajak mu kesini.” Gumamnya pelan.

Eunhyuk menatap ponselnya yang mati. Baiklah, ini adalah hari ke-2 setelah kejadian di malam penuh luka itu. Malam yang sangat ingin dilupakan Hyukja. Malam dimana semuanya harus berakhir begitu saja, karena dirinya yang mungkin sudah gila.

“Hahh..” Tawa Eunhyuk acuh. “Aku bahkan belum mandi selama 2 hari ini.” Lanjutnya lirih.

Eunhyuk mengaktifkan ponselnya dan setelah aktif berpuluh-puluh sms memenuhi inboxnya. Eunhyuk melihat siapa saja daftar nama yang tertera. Ia mendengus kesal. Tak ada satu pun nama Mingi disana yang ditulisnya ‘Lovely Rabbit’.

“Sekarang aku sadar, sungguh, ternyata kau dengan mudahnya melupakanku.” Eunhyuk kembali bergumam bahkan suaranya nyaris tak terdengar.

“Hyung.. Kau belum mandi ya? Kau sangat bau…” Kata bocah laki-laki dengan tampangnyayang polos. “Kau tau, sedari tadi orang memperhatikanmu, mereka terlihat jijik.”

Eunhyuk menatap pejalan kaki yang sedang menatapnya, ya tentu saja tatapan jijik. Eunhyuk membuang napasnya kesal.

“Kau mau ini?” Eunhyuk menyodorkan permen lollipop yang dibelinya seminggu yang lalu. Permen itu ia niatkan untuk Mingi, sayang ia tak punya keberanian memberikannya walau ingin. “Gomawo sudah memberitahuku bahwa aku bau.” Lanjut Eunhyuk terkekeh.

====

Kamu sedang membaringkan tubuhmu menatap N Seoul Tower yang ramai karena hari ini adalah hari Minggu. Terbersit rasa sedih itu, rasa sedih karena mengingat orang yang sejujurnya masih disayangi oleh mu, dan dia adalah Lee Hyukjae.

Kamu memang memutuskan Hyukjae, karena kamu berpikir, bersamamu Hyukjae tak akan tersenyum lagi dan tak akan bahagia. Melihat Hyukjae bahagia bersama orang lain sudah cukup membuatmu senang meski rasa sakit pasti akan tetap ada.

Kamu memandang langit yang cerah, sayang langit hari ini tidak sesuai hatimu yang kelabu. Kamu sengaja tidak bekerja di supermarket atau pun toko kaset hari ini. Sesuai saran Nara, kamu akan mengistirahatkan otakmu dan menjernihkannya agar kamu dapat sedikit tersenyum setelah kejadian di malam itu.

Kamu memejamkan matamu. Semua tentang kejadian di malam kamu memutuskan Hyukjae kembali berputar. Kamu teringat kata-kata Hyukjae yang ingin kamu mati. Sesuatu yang menyayat hatimu sangat terasa sampai-sampai kamu memegang dadamu sakit.

“Unnie..” Kamu membuka matamu dan mendapati anak perempuan yang lucu dan imut, anak itu berkepang 2 dan pipinya tembem kira-kira berumur 6 tahun.

“Ah.. ada apa anak manis?” Tanyamu sambil mengacak rambutnya lembut.

“Aku tersesat..” Anak itu menunduk dan tubuhnya bergetar, dia menangis.

“Uljima.. Apa kau mencari seseorang? Ibu? Kakak? Atau ayahmu?”

Anak itu mendongak menatapmu, air matanya masih mengalir di pipi. “Oppaku tadi katanya mau membeli ice cream tapi ia tak kembali.”

“Ahh aku akan membantumu mencarinya. Jangan menangis, kau terlihat lebih cantik jika tersenyum.” Katamu menghibur lalu menggendong anak itu.

Anak itu menatapmu penuh arti lalu tersenyum simpul. Anak itu mengatakan bahwa kakaknya sekitar berusia 10 tahun dan kakanya berponi, tinggi kakaknya sekitar 137 cm.

Kamu menelusuri tempat ini tapi tak ada anak yang seperti dikatakan gadis kecil berumur 6 tahun bernama Lee Hanji yang saat ini kamu gandeng tanganya.

“Aku capek unnie..” Kata Hanji sambil mengusap keningnya yang penuh keringat.

Memang mereka sudah 1 setengah jam mengitari tempat ini tapi tak membuahkan hasil. Mereka juga sudah bertanya kesana kemari.

Mingi tersenyum simpul menatap bangku kosong di seberang, tepat di bawah pohon besar. Rasanya itu tempat yang baik untuk beristirahat. “Hanji ya.. Kita kesana dan makan ice cream, Kajja!”

Kamu duduk dengan Hanji disebelahmu. Hanji sedang sibuk menikmati ice cream strawberry yang baru saja kau belikan untuknya. Saat melihat ice cream strawberry dan wajah Hanji yang begitu menikmati kamu teringat seseorang dan orang itu adalah Hyukjae, mantan kekasihmu.

“Oppa!!” Jerit Hanji tiba-tiba. “Juno Oppa!!”

Kamu mengikuti arah pandangan Hanji dan untuk sekian detik raut wajahmu terlihat begitu kaget, begitu tak percaya, begitu ingin memeluk sosok yang berdiri tegap yang menggandeng anak kecil bernama Juno itu dan sosok itu adalah Hyukjae.

“Hanji ya!!!” Kata Juno dari jarak 6 meter di depan mereka. Juno mengisyaratkan tangannya agar Hanji menghampiinya.

Hanji melepas genggamanmu lalu berlari menuju Juno dan Hyukjae yang ada di seberang sana. Kamu bangun dari dudukmu masih dengan menatap Hyukjae sayu.

Kamu hanya terdiam di tempat, sedang mereka bertiga—Hyukjae, Juno dan hanji—sedang berlajan ke arahmu. Kamu lihat, mata Hyukjae menatpmu lekat-lekat dengan tatapan yang entah kamu sendiri pun tak bisa membacanya.

“Noona, gomawoyo..” Kata Juno, kamu menatap anak laki-laki itu dan tersenyum. “Kami akan pergi ke kedai ibu kami di barat sana, kalau ingin bertemu noona boleh kesana. Dan hyung juga boleh kesana, kalian berdua boleh kesana.”

“Annyeong..” kata Hanji dan Juno berbarengan sambil membungkuk lalu menjauh meninggalkanmu dan Hyukjae dan kemudian menghilang di balik keramaian orang yang berlalu lalang.

Sekarang, di detik ini, di jam ini, dan di menit ini kamu menatap Hyukjae datar dan Hyukjae juga menatapmu datar, kalian saling tatap-menatap.

Selama 10 menit sejak tadi, kalian masih dalam posisi yang sama. Semua hening dan tak ada sat pun dari kalian yang membuka suara.

“Hyuk ah..” Katamu dengan suara serak.

“Hm?” Gumam Eunhyuk, masih menatap manik matamu.

“Ku rasa, aku harus minta maaf karena aku.. ak—-“

“Tak perlu, semua sudah terjadi dan tidak perlu ada yang harus ku maafkan.” Kata Eunhyuk dengan nada datar.

“Bukan beg—-“

“Apa kau tidak dengar?”

Kamu tersenyum kecut. “Ternyata kau masih sama, masih dingin sedingin es dan belum kembali menjadi Hyukjae yang hangat. Hyukjaeku setahun yang lalu.”

“Jangan memulai perdebatan lagi.”

“Ani, aku tidak ingin mengajakmu berdebat. Hyuk ah, maaf tapi aku harus pergi darimu karena aku tak bisa membuatmu sama sekali tersenyum dan aku..” Kamu mengambil jeda beberapa detik. “Aku sudah terlanjur membuat kesalahan.”

“Bagus, jika kau sadar.” Eunhyuk mengutuki dirinya sendiri dalam hati, meski tidak mau mengatakannya tapi tatap saja ia akhirnya mengatakannya juga. Ia tahu saat ini ia sedang berdusta, dusta besar.Kau tau mengapa? Karena hatinya sungguh tau itu semua hanya salah paham tapi rasa egois dan cemburunya terhadapmu sangat besar.

Kamu tersenyum samar. “Sebelumnya ada yang harus kuluruskan, aku bukan pelacur, aku tidak menjual diriku seperti yang kau pikir. Kau tau sendiri ini mungkin sudah kesekian ratus kalinya aku mengucapkannya tapi inilah kebenarannya.” Kamu menghela napas berat. “Annyeong..” Katamu lalu membalikkan tubuhmu menjauh dari Hyukjae yang masih menatapmu nanar. Hyukjae bahkan ingin ini hanya mimpi, sayang ini kenyataan dan kenyataan ini membuatnya ingin bunuh diri.

“Mingi ya..” Kata Hyukjae serak, kamu mendenngarnya tapi tak berminat untuk berbalik dan kamu hanya diam di tempat karena jika berbalik Eunhyuk pasti akan melihat air mata yang mengalir di pipimu.

Kamu mencoba menunggu beberapa menit, namun namja itu tak kunjung mengeluarkan kata-katanya. Kamu memejamkan matamu dan menggigit bibir. Kamu yakin ini hanya halusinansimu, suara Hyukjae yang memanggilmu tadi hanya halusinasi

====

Hyukjae meneguk gelas soju ke 23 nya, ia sedang ada di club malam ini. Ia tak berniat pulang, sungguh ia tak berniat. Kepalanya berputar dengan saat-saat tadi ia beretemu dengan Mingi, semuanya membuat lubang yang menganga di hatinya semakin lebar dan dalam.  Tadi, Eunhyuk sempat menyerukan nama gadis itu, sayang gadis itu ternyata tak berminat menatapnya dan itu semakin membuat luka di hati Hyukjae perih.

“Hai namja tampan, tidak ingin bermain.” Ujar seorang pelacur yang berdiri di hadapan hyukjae.

“Cih!”

“Hei! Aku akan memberimu diskon karena kau klienku yang tampan. Haha..”

“Begitukah nona?” Kata Eunhyuk dan detik berikutnya ia sudah menghimpit tubuh gadis pelacur bernama Yueun itu ke tembok.

“Hmmppphh..” Desah Yueun tertahan.

Eunhyuk menelusuri tengkuk Yueun dengan lidahnya. Ia benar-benar bernafsu mala mini, bukan nafsu atas cinta namun nafsu atas amarahnya. Ya, Eunhyuk sedang marah saat ini.

“Ahhh.. Ouhh..” racau Yueun saat Eunhyuk menelusup kebalik gaun minimnya meremas payudara Yueun yang masih berbalut bra.

Eunhyuk terus memperdalam ciumannya dengan Yueun. Ia memasukkan lidahnya ke dalam rongga mulu Yueun, mengabsen satu-persatu gigi Yueun dengan lidahnya. Bibir Yueun dan Eunhyuk bertautan sama lain seolah tak ingin terlepas.

Decakan dari mulut keduanya membuat Yueun bersemangat. 2 makhluk Tuhan itu melupakan ini adalah di club, tempat umum.

“OUhh.. Ahhh.. Opppaahh..” Racau Yueun kembali saat tangan Eunhyuk meraba selangkangnya lembut. Eunhyuk menekan kepala Yueun agar memperdalam ciuman ganas mereka. Yueun melingkarkan tangannya di leher Eunhyuk mesra.

Eunhyuk sedikit mengankat tubuh Yueun dan menggendongnya ke salah satu biliki di club tanpa melepas ciuman ganas mereka.

Eunhyuk menidih tubuh Yueun yang sudah ada diatas sofa. Eunhyuk mulai nakal, tangannya menelusup lagi kebalik gaun minim Yueun dan mencari kaitan branya sambil terus menciumi leher putih Yueun yang jenjang.

“Ahhh.. ngghhh..”lenguh Yueun penuh nikmat saat Hyukjae secara ganas menghisap bagian di atas dadanya, membuat kissmark disana.

“Teruslah mendesah..” Gumam Eunhyuk.

Saat ini Eunhyuk menarik gaun mini Yueun hingga terlepas dan mengekspos tubuh Yueun namun miss V nya masih berbalut G-string.

“Ahhh.. Ouhh.. Ter..uss..” Racau Yueun terbata saat Eunhyuk melahap buah dadanya ganas. “Ohhh” Desahnya lagi.

Yueun dengan seduktif melepas kancing kemeja Eunhyuk yang penuh peluh satu per satu. Abs Eunhyuk Nampak sexy dimata Yueun hingga akhirnya Yueun merasakan nafsuny memuncak. Yueun mendorong tubuh Eunhyuk lalu menindihnya.

“Ouhh Yueun ahhh..” Lenguh Eunhyuk mersakan lidah Yueun yang bermain di absnya =, di dadany dengan ganas.

Yueun begitu dikuasai nafsunya. Ia dengan ganas mengigit-gigit kecil nipple coklat Eunhyuk yang sudah menengang.

“Ouhh..” Desah Eunhyuk. Eunhyuk menjambak rambut Yueun dengan gemas berusaha merasakan kenikmatan sentuhan Yueun.

“Ahhh..Ouhhh..” kembali, Eunhyuk meracau tak jelas sambil merem melek, tangan Yueun sekarang sibuk meremas dan membelai junior Eunhyuk dari balik jeansnya.

“Ahhh.. kau membuatku merasa sangat panas.” Kata Eunhyuk cepat lalu mendorong tubuh Hyosun sehingga terlentang di lantai.

Eunhyuk mengemut nipple Yueun dengan gemas. Tangan kanannya menopang tubuhnya agar tidak menindih tubuh mungil Yueun, sedang tangan kirinya meremas payudara kiri Yueun dengan gerakan memutar seperti mengelap meja.

“Ohh.Nghhh..Shhhh..AHhh Hyukjae.. Aku..ahhma..uu..keluar..” Racau Yueun sambil merem melek meninkamati setiap inchi sentuhan Eunhyuk pada tubuhnya.

Eunhyuk meraba selangkangan Yueun dengan gerakan tangannya yang memancing nafsu, Yueun dibuat menggigit bibir sambil meremas rambut Eunhyuk karenanya.

“Sudah basah jagi..” Kata Eunhyuk berbisik di telinga Yueun sambil menjilatnya dan mengelus miss V Yueun yang memang sudah basah.

“Do it faster..!!” Balas Yueun kemudian melumat bibir Eunhyuk ganas. Eunhyuk memasuki lidahnya ke dalam rongga mulut Eunhyuk dan menautkan lidah mereka berdua di dalam sana membuat decakan demi decakan keluar begitu sexy dari mulut keduanya.

Eunhyuk melahap payudara Yueun sambil memasukkan 2 jarinya ke dalam liang kenikmatan milik Yueun. Eunhyuk mengaduk isi liang miss V Yueun.

“Ohhh.. Oppa.. ak..u..ahhh ma..u ke..luar..” Kata Yueun terbata. Eunhyuk yang mendengarnya segera bangkit lalu bergerak ke bawah.

CRROOOTTT

Yueun mengeluarkan cairan cinta pertamanya. Tak perlu ba bi bu, Eunhyuk menghisap cairan itu kuat-kuat hingga tak bersisa, ia menghisap cairan itu penuh nafsu seperti orang yang tak pernah minum satu minggu.

“Ini enak..” Kata Eunhyuk dengan suara tak jelas karena mulutnya masih menampung cairan Yueun.

Drrrttt Drrrttt

Ponsel Eunhyuk bergetar. Eunhyuk dengan cepat menelan cairan Yueun ke dalam kerongkongannya.

“Jinja!! Aisshh!” Eunhyuk menggerutu meraih ponselnya yang ada di meja.

“Menganggu” Kata Yueun mengerucutkan bibirnya.

Eunhyuk memberhentikan aksinya lalu bangkit berdiri sambil menatap nama yang tertera di ponsel itu dan nama itu adalah nama yang sangat dikenalnya, Leeteuk.

“PULANG SEKARANG!” Seru Leeteuk dari seberang telephone di sana.

“..” Eunhyuk tak merespon. Ia menatap Yueun dan melakukan gerakan isyarat tangan seolah mengatakan bahwa mereka harus selesai disini. Tentu saja, Yueun dibuat kesal setengah mati dan akhirnya mau tidak mau mengenakan kembali pakaiannya.

“KAU TIDAK DENGAR HYUKJAE?!” Suara leeteuk masih terdengar menggelagar.

Eunhyuk menghela napas panjang. “Ne.. Aku pulang besok..”

“Bes—-“ Belum sempat Leeteuk berteriak, telephone itu sudah dimatikan Hyukjae karena Hyukjae tak ingin mendengar ceramah apapun saat ini. Ia masih harus menyelesaikan semuanya dengan kamu.

TBC

Maaf ini ffnya gak hot sama sekali. Maaf banget ya.. Rating NCnya kurang pake banget, saya akui itu karena inikan Cuma NC 17. Hmm.. lagi kurang ada ide yang panas. Soalnya ide yang panas di simpen buat adegan nanti. Kekeke~ Kritik dan saran sudah siap saya terima. Keep comment ya! Terimakasih *BOW*

14 thoughts on “[FF] Blood Tears 2

  1. to rila93 :
    Gomawo ^^ Aku seneng banyak yang suka sama tulisanku😀 Semoga aja ya mungkin bsk bakal launching part 5 nya. Hehe ^^

  2. thor, kalo aku jadi mingi asli, aku bakal ngomong sekenceng2nya “hyukjae pabo! kau tak ingin aku menjadi pelacur, tapi kenapa kamu bermain dengan pelacur itu! kau sadar? kau telah menyakitiku yang kesekian kalinya! dasar namja pabo! aku sangat membencimu! kau dengar lee hyukjae?!”
    haha *lebay

  3. Hyukjae bejaaaaattt T__T
    mingi ya ampun, kuat banget jadi yeoja >,<
    daebak thor ffnya karakter hyuk di sini juga jadi bad boy
    sukaaaaaa ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s