[FF] Valentine Rose (part 2 – END)

Author : hyukiegirl

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Siwon, Lee Sungmin

Genre  : Romance, Action, Friendship, Family, Chapter

Sudah pernah di post di http://www.ourfanfictionhoues.wordpress.com

====

Summary: Lee Hyukjae mengubah namanya menjadi ‘Eunhyuk’ agar penyamarannya dalam recananya balas dendam terhadap Grup Min milik keluarga Sungmin tidak terbongkar. Hyukjae bahkan sudah mengatur semuanya dengan baik. Akan tetapi apakah Hyukjae tidak akan mencintai gadis yang tak lain adalah Mingi adik Sungmin?

====

Aku menatap Siwon dan tersenyum. Tersenyum manis dengan eyes smileku. Aku berusaha membuatnya berpikir aku baik-baik saja. Sedetik kemudian aku menatap sebuah mobil yang berhenti tepat di samping kaca jendela bening yang ada di sisi kananku. Seorang pria turun dari mobil itu. Ia bersama beberapa orang pengawal dan anak buahnya. Wajahnya itu tak asing bahkan wajahnya itu adalah wajah yang saat ini kubenci.

“Kyuhyun..” Gumamku pelan, nyaris berbisik.

Sepertinya Siwon mendengar ucapanku meskipun menurutku aku berbisik. “Dimana?” tanyanya lalu mengikuti arah pandanganku.
“Siwon ah, apa yang dilakukannya?”

“Molla.. mungkin sedang berbisnis.”

“Tapi mengapa di hotel?” Tanyaku bingung.

Siwon terkekeh. “Kau tidak tau? Pembisnis biasanya bertemu di hotel untuk suatu bisnis dan rapat.”

“Begitu?”

Siwon mengangguk pasti. “Hyung dan appamu juga melakukannya.”

“Tapi kurasa ada yang tidak beres Siwon ah…”

SIwon tersenyum, senyum malaikatnya. “Mungkin itu hanya perasaanmu Mingi ya..”

=====

Aku berjalan di taman hari ini. Semenjak bertemu Eunhyuk, aku sering ke taman ini. Entahlah, tapi kurasa ada sesuatu yang sangat kubutuhkan darinya. Sudah 4 hari ini aku tak bertemunya, kuharap ia ada disini sekarang.

Aku menutup mataku. Aku menarik napas panjang lalu menghembuskannya. Udara di sini benar-benar sejuk.

“Mingi ya..”

“Omo! Eunhyuk ah?”

“Sedang apa kau disini?” Tanyanya lalu ududk di sampingku.

“Tidak ada, aku hanya melepas lelah.”

“Jinjayo?” Ujarnya tanpa menatapku.

“Hmmm..” Gumamku.

Eunhyuk merogoh saku celananya dan menulis sederet huruf yang rapi di atas kertas berwarna merah jambu, kertas itu kemudian diberikannya padaku.

“Vanilla Café?” Tanyaku mengercitkan dahi.

“Jika ingin bertemuku, kau datang saja kesana. Aku bekerja disana.”

“Maksudmu?”

“Aku tau kau merindukanku, kau mencariku kemari bukan?” Eunhyuk tersenyum memamerkan gummy smilenya.

Aku terkekeh pelan. “Hahaha..” Tawaku mengejek. “Untuk apa merindukanmu?”

“Kau mungkin belum menyadarinya, tapi aku tau itu.”

“Kau bercanda?” Kali ini lagi, dengan nada mengejek.

“Tidak, aku serius.”

“Kita taruhan saja, kalau sampai aku rindu padamu dalam waktu satu bulan ini sampai mengunjungimu di café itu aku akan menuruti semua keinginanmu.”

“Baik.” Jawabnya pasti. “Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu.”

“Kau ini percaya diri sekali.” Kataku cemberut.

“Hei jangan cemberut, kau terlihat sangan jelek Mingi shi..”

Ahh apa-apaan Eunhyuk ini. Ia berani sekali menerima tantanganku dan sekarang malah mengataiku. Baiklah aku tak akan kalah padamu Eunhyuk.

=====

Sungmin POV

“Mingi ah.. Kau dimana?” Teriakku dari lantai bawah rumah ini.

“Ada apa oppa?”

“Turun! Palliwa.”

Aku menatap Mingi. Kaki jenjangnya dengan cepat menuruni tangga dari lantai ata menuju lantai bawah. Ia berdiri dihadapanku dengan napas yang masih belum teratur.

“Kau tidak mengunjungi eomma hari ini?”

Ia menggeleng. “Aniyo.”

“Kalau begitu, berkencanlah dengan Kyuhyun.”

“Mwo?”

“Apa aku perlu mengulanginya?”

Kudengar ia menghembuskan napas berat. Sepertinya a kesa. Aku tau ia membenci Kyuhyun, tapi mau tidak mau ia harus menjalani semua ini.

“Oppa..” Rengeknya.

“Jangan mengeluh..”

“Tapi kau tau sendiri kan? Aku tidak menyukainya.”

“Terserah, intinya sekarang kau pergi menemuinya di Vanilla Café.”

“Mwo?”

“Aniyo.. baiklah.” Katanya cepat lalu berjalan menuju kamarnya.

====

Eunhyuk POV

“Hyerin shi, semua sudah siap?” Tanyaku pada salah satu karyawan Vanilla Café, Vanilla Café adalah bisnis milik Donghae sahabatku.

“Ne Eunhyuk shi, ini seragamnya dan ini name cardmu.”

“Gomawo..” Kataku tersenyum.

Aku hendak berjalan menuju pintu keluar. Baru satu langkah, langkahku terhenti. Aku bersembunyi dibalik tembok yang merupakan tembok pembatas lorong menuju toilet. Itu Kyuhyun, dia masuk dengan membawa seikat bunga mawar di tangannya.

“Hyukjae ya.. K”

“Ssstttt..” Aku meletakkan telunjukku tepat di bibir. Hyerin segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Mianhae..” Bisiknya pelan. Aku hanya mengangguk.

“Kau lihat pria yang menggunakan kemeja putih yang tinggi itu?”

“Ne..”

“Kau letakkan ini di bawah mejanya, usahan ia tak mengetahuinya. Dan sisi TV arahkan pada mereka.”

“Tapi..” Gerutnya.

“Ayolah Hyerin shi.. Jebal..” Kataku memohon manja padanya.

“Ara ara, tapi jangan membuat ulah lain dan menyuruhku lagi hari ini.”

“Baiklah.” Ucapku sumringah. Baiklah Kyuhyun shi, aku akan menunjukkan pada Mingi siapa dirimu itu. Aku tersenyum penuh kemenangan.

====

Aku terduduk pada sebuah bangku di ruangan Donghae. Aku mengamati Kyuhyun dari TV kecil yang terhubung dengan sisi TV dan menggunakan hadphone yang terhubung dengan perekam suara di bawah meja Kyuhyun.

“Pintar juga Hyerin dalam hal seperti ini.” Gumamku, sedetik kemudian di layar itu seorang gadis dengan rambut tergerai berdress putih selutut.

Aku menyipitkan mataku menatap sosok itu. “Mingi?” gumamku.

“AISHHH mengapa Mingi? Kupikir Kyuhyun akan bertemu dengan gadis lain. Sial!” Umaptku dengan nada keras. Bukankah ini hal yang sia-sia? Gadis itu Mingi bukan wanita lain yang ku kira gadis Kyuhyun yang lain.

“Hahahha! Jinja, neo paboya..” Kata Donghae meledek. Ia tertawa di atas penderitaanku.

“Bisakah kau diam Lee Donghae? Atau kau mau aku membunuhmu sekarang?” Kataku sinis dan detik itu juga Donghae terdiam mematung, ia membekap mulutnya sendiri.

“Tapi tunggu..”

“Wae?” Tanyaku pada Donghae yang menatapku tajam.

“Kau bisa dengan gampanga mendengar pembicaraan mereka dan..”

“Kau pintar!” Potongku. Aku segera duduk kembali di bangku yang tadi kutinggal dan memasang hadphone itu ke posisinya.

“Kyuhyun shi.. Kau tak perlu repot.” Mingi berkata sambil tersenyum, kurasa itu senyuman paksanya. Cih!

“Taka pa.. itu tak seberapa.”

“Gomawoyo..”

“Ne cheonmaneyo.. Aku senang kau mau menerimanya.”

“Kyuhyun ya.. Mengapa kau mau bersamaku?”

“Itu..”

“Cepat katakan..” Desak Mingi, gadis itu menatap Kyu lekat-lekat.

“Itu karena aku mencintaimu.”

“Kau serius?” Mingi menautkan alisnya.

“Ne Mingi ah, aku serius.” Kyuhyun menggenggam tangan kanan Mingi. Sungguh aku muak sekali meperhatikan mereka. Aku muak, itu menjijikkan.

“Ah.. arraseo..” Mingi kembali tersenyum, senyum paksa. Ia menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun.

Baiklah, aku mengerti. Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. Mingi tidak mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun aku tau kau tak mencintai gadis itu pula, kau sama serakahnya dengan Sungmin. Sungguh Mingi itu gadis yang terlalu malang.

====

Aku menelphone Donghae, pria itu sedang memata-matai Kyuhyun sejak 4 hari yang lalu. Sambungan telephone masih terdengar dan tak ada jawaban. Aku kembali mencoba menghubungi Donghae dan berhasil, Donghae mengangkatnya.

“Yoboseo..”

“Donghae ya, kau dimana huh?”

“Aku baru saja masuk ke dalam mobil. Aku di club.”

“Club?” Tanyaku, keningku berkerut.

“Iya. Kyu itu ,ia melakukan penggelapan sejumlah uang.”

“Jinjayo?”

Donghae terdengar bergumam tidak jelas di sebernag sana.

“Selidiki terus, aku yakin Kyu adalah dalang di balik pasokan beras yang menurun dan kualitasnya rendah.”

“Aku juga berpikir seperti itu, ia korupsi karena terlalu serakah.”

“Baiklah Donghae, kabar selanjutnya akan kutunggu darimu.”

Sambungan telephone pun terputus. Aku menghela napas panjang. Hari ini aku sedang ada di Vanilla Café. Pekerjannku hanya disini seharian menunggu kedatangan Mingi dan aku sungguh bosan.

“Hyukjae ya..” Hyerin muncul dari balik pintu ruangan.

“Wae?”

“Gadis itu datang.”

“Jeongmal?” Aku tersentak dan segera bangkit dari dudukku mengenakan seragamku dan name cardku.

Aku menatap Mingi. Gadis itu mengenakan kaos putih lengan panjang dan jelana pendek agak longgar sepaha. Ia mengikat rambutnya dan meninggalakn poninya kesamping.

“Permisi nona, anda ingin pesan apa?” Tanyaku sebiasa mungkin agar benar-benar mirip seorang pelayan.

“Eunhyuk ah.. Tak ku sangka akan bertemumu disini.”

Aku hanya tersenyum memamerkan sederatan gigiku. “Aku pikir kau sengaja kesini untuk bertemu denganku. Kau merindukanku bukan?”

“Ya, dugaanmu itu benar. Aku sengaja kesini untuk bertemumu.”

“Lalu siapa yang memenangkan taruhan?” Kataku lalu duduk dihadapannya.

“Taruhan apa?” Gadis ini melongo menatapku.

“Kau lupa? Baiklah, lupakan saja. Jadi kau mau memesan apa?” Tanyaku sambil beranjak dari dudukku.

“Itu.. aku.. Kau marah?” Ia gegalapan. Ia bahkan menggigit bibir bawahnya dan memainkan jemarinya gugup.

“Aniyo..” Kataku tersenyum. “Jadi apa pesananmu? Katakanlah..”

“Aku pesan cappuchino hangat dan banana cake saus strawberry.”

“Baiklah nona, silahkan menunggu.”

Aku membalikkan tubuhku menjauh darinya. Aku berjalan 5 langkah dan kudengar suara bangku bergeser, aku yakin itu bangkunya. Aku berhenti dan balik menatapnya.

“Ada apa?”

Mingi tak menjawab, gadis itu berjalan cepat kearahku, ia tak membawa tasnya. Aku hanya terdiam menatap perilakunya.

“Ikut aku.” Katanya singkat lalu menarik lenganku mengikutinya.

Di sepanjang jalan, Mingi tak mau mendengar kata-kata yang keluar dari mulutku. Lihatlah? Aku masih mebawa nampan! Jinja, gadis ini sudah gila.

“Lepaskan!!” Hardikku. Cih lihatlah wajahnya sekarang polos tanpa dosa menatapku. Aku muak sekali berpura-pura seperti ini. Berpura-pura menjadi orang yang romantic terhadap gadis sepertinya.

“Tuan Rose..” Gumamnya, ia menatapku dengan tatapan malaikatnya itu? Hah! AKu benci sekali menatapnya.

“Ahh mianhae aku tak bermaksud bersikap kasar padamu..” Kataku kemudian memegangi kedua bahunya. “Kau percaya padakukan..”

Mingi tersenyum, ia terseyum kecut. “Ya, aku percaya.”

Hening menyelimuti kami. Aku masih memegangi kedua bahunya dan hanya menatapku lekat. Sungguh ini menyakitkan. Mengapa wajahnya begitu cantik? Begitu manis? Aku tak bisa. Baiklah Hyukjae, kuasai dirimu.

“Hyuk..” Aku tak menjawab, aku hanya menatapnya. “Aku ingat taruhan itu dan kau menang.”

Perlahan aku melepaskan kedua tanganku dari bahunya. Namun, mataku tak lepas darinya itu. Dia gadis yang benar-benar gampang untuk dibodohi.

“Karena aku yang menang, aku bisa meminta apapun bukan?”

“Ne, apapun. Katakanlah..”

“Aku ingin kau tidak menangis, ingat kau tidak boleh menangis!” Ujarku tegas dengan menatapnya lekat-lekat.

“Mwo? Hyuk ah..” Gumamnya, matanya menatapku tajam seolah tak percaya. Kulihat, matanya itu berkaca-kaca.

“Waeyo?”

“Bukan ini yang ingin kudengar. Bukan ini!!” Mingi memukul dadaku dan bahuku pelan, ia terlihat kesal. Aku sungguh tak mengerti dengannya.

Aku menggenggam tangannya yang memukuiku terus. Aish! Dia pikir dia ini siapa seenaknya memukul orang meski itu pelan, tetap saja tidak sopan.

“Kau kenapa?”

“Lupakanlah..” Katanya lirih. Gadis ini membalikkan badannya menjauh dariku. Kulihat tangannya terangkat mengusap wajahnya, kurasa gadis itu menangis, ya ia mengusap air matanya.

Aku berlari ke arahnya, menahan tangannya. Mingi hanya terdiam menatapku dan kuambil kesempatan ini untuk memeluknya.

“Menangislah..”

Mingi terdiam, tubuhnya hanya bergetar disini. Dipelukanku ini, ia menangis dalam bisu.

“Pukullah aku jika kau marah.”

Dan sesuai dugaanku. Mingi lagi-lagi menyentakkan tangannya ke dadaku, bahuku, dan perutku. Ia benar-benar kesal saat ini, aku tau itu.

“Kenapa kau tak memintaku menjadi gadismu? Kenapa kau tidak memintaku menjadi kekasihmu Hyuk ah.. Kenapa?” Gumam Mingi pelan. Aku tertegun, gadis ini menyukaiku? Semua masih berputar jelas di otakku. Semua perkataannya beberapa detik yang lalu. Lee Mingi kau terlalu mudah untuk ditaklukkan.

Aku terdiam, masih dengan memeluknya. 5 menit seperti ini membuat Mingi melepaskan pelukanku. Ia menatapku lekat-lekat.

“Jawab aku Eunhyuk ah.. Apa kau tidak menyukaiku?”

Aku mendekatkan wajahku ke wajah Mingi, kulihat ia sedkit bergidik takut. Aku hanya tersenyum melihatnya. “Saranghae nae yeojachingu..” Bisikku di telinganya.

====

Aku menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi gadis bernama Mingi itu tak muncul juga.  Akuvmendengus kesal, sudah setengah jam berada di namsan tower seperti ini tapi ia tak kunjung tiba. Bukankah ini hari setahun jadian kami!

“Oppa.. Sudah lama?” Aku menatap sepatu slop coklat di depan kedsku lalu menatap pemilikinya, ya Mingi.

“Lama.” Kataku sinis lalu bangkit dan berjalan ke sembarang tempat.

Mingi mempercepat langkahnya, ia mencoba mensejajarkan langkahnya dengan langkahku, aku bisa melihatnya menekuk wajah.

“Ahh oppa, ayolah jangan marah.”

“…” Aku terdiam, tidak berniat menjawab.

“Aku akan melakukan apapun asal kau tak marah..”

“…” Aku tetap diam, malas berkata apa pun.

Aku terhenti, aku melirik kesamping kananku tempat Mingi tadi namun gadis bawel itu tak ada disana. Aku menoleh ke belakang. Ya, Mingi disana, berjarak 5 meter dariku ia menunduk memainkan ujung kaosnya.

“Haisshh..” Gumamku lalu menghampiri tubuh mungilnya. “Kita kesini untuk mencari kado oppamu kan? Kenapa malah diam disitu?”

Mingi mendongak, matanya hanya menatapku datar. “Habis oppa marah, moodku hilang. Kita pulang saja.”

“Mwo? Kau bilang pulang.”

Mingi mengangguk. “Ne.. Kenapa?”

“Kau gila ya?” Aku memblakakkan matanya.

Mingi terdiam, ia tak berniat melakukan apapun hari ini, entah hatinya sepertinya gundah dan resah.

“Ku mohon kita pulang..”

Aku mau tak mau mengikuti keinginan Mingi, lihatlah wanita ini merengek seperti bayi. Dasar! Tapi, sesuatu itu muncul di benakku. Entah aku pun tak mengerti yang jelas itu semua muncul dalam benakku. Sepertinya ada yang bergejolak, ku akui perlahan aku mencintainya.

====

Kami pulang ke rumah Mingi, ya aku dan Mingi. Rasanya ingin sekali segera menyelesaikan semua ini. Aku ingin segera mengatakan bahwa aku ingin menghancurkan Group Min, sayang aku tak bisa. Aisshhh sialan! Hati ini trs bergejolak minta dibebaskan, minta mencintai Mingi sepenuh hati.

Memang Kyuhyun sudah tidak ada. Tidaka da Kyuhyun yang menjadi pesaingku. Pria itu 3 bulan yang lalu meninggal karena stress di penjara. Benar, onghae perlahan sudah mencebloskannya ke panjanra 6 bulan lalu karena kasus penggelapan uang itu. Itu hal yang baik bukan? Tapi sekarang aku harus berhadapan dengan GRUP MIN yang tak lain musuhku.

Aku mendengus pelan, aku bertekad akan menghapus kebencian ini. Lagi pula noona dan eommaku sudah jatuh hati pada wanita ini dan mereka memang tidak menyetuji semua ini.

“Hyukjae!” Pekik Sungmin dihadapanku, di ambang pintu.

Aku menatapnya datar, aku sama sekali tak ingin berkata apapun saat ini. Entah aku sendiri masih membencinya, tapi cinta ini.

“Kalian saling mengenal?” Tanya Mingi polos. Sungmin mendengus lalu menarik tubuh Mingi menjauh dariku.

“Jangan bilang dia kekasihmu itu!” Mata Sungmin melotot melihat manic mata Mingi.

“Tapi oppa..” Mingi terlihat bingung, marah, takut, kesal dan sedih. Wajhanya benar-benr penuh ekspresi.

“Hyung mianhae.”

“Hyukjae.. Aku tau kau membenci semua ini, aku juga tapi kau tau sendiri kan fakta yang ada?”

Hyukjae memejamkan matanya. Ya fakta yang ada itulah yang menjadi alasannya tidak bisa marah. Setelah kematian Kyuhyun berita itu datang, ayah Hyukjae dan Sungmin tidak saling bunuh tapi mereka terbuh oleh ayah Kyuhyun. Betapa piciknya bukan?

“Maaf aku hampir saja membunuh kalian.”

Sungmin tersenyum. “Kau sudah lupakan balas dendammu?”

Aku kini balik tersenyum. “Hmmm. Aku sudah lupakan semuanya. Tolong sekarang izinkan aku bersama gadis ini.” Kataku sambil menunjuk Mingi.

Mingi terlihat bingung. “Ini ada apa?”

“Kau masih kecil tidak boleh tau.” Sungmin mengacak rambut Mingi.

“OPPAA!” Mingi cemberut sambil memperbaiki rambutnya.

Aku dan Sungmin tertawa lepas. Rasanya bahagia akan segera dan selalu menghampiriku. Tuhan, jangan ambil lagi kebahagiaan ini. Mingi, saranghae, jeongmal.

END

8 thoughts on “[FF] Valentine Rose (part 2 – END)

  1. Ceritanya bagus, lucu, and romance ^^
    Oiya, chingu yang buat FF ‘Blood tears’ di KoreanNC ya?
    Kalo betul, lanjutin part 4 nya disini dong ^^ Penasarann banget nih T^T

  2. happy ending😀 , akhir y gak ad lg blas dendam🙂 . Kyu oppa ksian jga y dmsukin ke pnjra😦 , tp kau m’dptkan hukman yg s’tmpal . # diserbu sparkyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s