[FF] Blood Tears

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Author : hyukiegirl

Cast :

 1. Lee Hyukjae – Eunhyuk

2. Shin Mingi (you)

3. All Super Junior member

4. Hyosun 5.Nara

Genre : Yadong, Kekerasan, NC 17, NC 21, Romance

CHAPTER

====

Annyeong chingudeul. Ini BT part 1 dari saya. Sebelumnya ini sudah di post di KOREANNC dan sy mau publish di blog pribadi saya ini ^^ Genre FF ini jelas NC jadi hati-hati buat yang under 17 yahhh..

====

Kamu berjalan di tengah krumunan orang. Desakan terus menghampirimu, menghimpit tubuhmu. Kamu terus berjalan melewati kerumunan itu dan matamu menangkap sosok dengan masker dan topinya. Sosok itu adalah seorang namja yang dikagumi banyak yeoja, Lee Hyukjae. Kamu melambaikan tanganmu tingi-tinggi berharap Eunhyuk melihatmu, sekedar melirikmu. Apa yang menjadi harapanmu kandas karena Eunhyuk sama sekali tak melihatmu sekedar melirikmu.

Kamu menghela napas panjang sembari menuruni tanganmu yang tadi melambai tinggi di udara. Kamu berpikir, mungkin karena disini ramai Eunhyuk tak bisa melihat sosokmu yang tenggelam dalam kerumunan ELF.

Baiklah, Eunhyuk adalah kekasihmu. Kalian menjalin hubungan ini dalam jangka waktu yang cukup lama, 2 tahun. Kamu menjalani semuanya dengan tingkat kesabaran yang tinggi mengingat Eunhyuk adalah orang yang sangat sibuk meniti karirnya.

“Mingi ah..” Sapa seorang yeoja di sebelahmu.

“O.. Kyora shi. Kau sedang apa disini?”

“Haha.. Tentu saja melihat Super Junior. Apa kau juga ELF? Aku baru tahu.” Kyora terlihat antusias, kamu hanya tersenyum kikuk.

“Mianhae Kyora shi, aku harus pergi sekarang, ada urusan.” Kamu segera menjauh dan tersenyum nyengir ke arah Kyora. Kamu tau Kyora adalah orang yang super cerewet, saat ini mood sedang hancur sehingga memilih untuk hilang dari hadapannya.

Kamu berjalan memeluk tali tas selempang dark blue mu. Kamu menatap jalanan yang penuh dengan orang yang berjalan. Disini kamu hanya jalan sendiri, kamu berjalan terus menuju arah tempat kerjamu di sebuah Supermarket di Seoul.

Kamu tersentak, seseorang menarik tanganmu menuju mobilnya. Ia mendorong tubuhmu masuk ke dalam mobil. Kamu hanya menatap kekasih mu Eunhyuk yang ternyata orang tadi saat ini di belakang kemudi.

“Kita kemana?” Tanyamu ragu.

“Dorm..” Eunhyuk menjawab singkat tanpa melihatmu.

Eunhyuk menyalakan mesin mobilnya, kamu segera menahan tangan Eunhyuk. “Wae?” tanyanya.

“Hyuk ah, aku harus bekerja.”

Eunhyuk menatapmu tajam, tepat di manik matamu. “Dengarkan aku! Apa pentingnya pekerjaan itu hah? Kau hanya pelayan disana, di dorm ada tugas yang lebih banyak untuk kau kerjakan!! Ingat kau ini yeojaku, kau harus mengikuti kata-kataku! Arraseo??! Berhentilah mengatakan apapun yang seolah-olah berkata bahwa pekerjaan bodohmu itu jauh lebih penting!

Kamu terdiam menatap Eunhyuk. Matamu memanas, setetes air mata keluar dari mata kirimu dan diikuti mata kananmu. Kamu benar-benar tak percaya dengan perkataan Eunhyuk. Kekasihmu ini memang selalu memarahimu, memakimu, tapi entah kau sama sekali tak ada niat meninggalkannya, kamu terlalu mencintai Eunhyuk.

“Jangan menangis..” Katanya pelan sambil memalingkan wajahnya darimu.

====

Kamu berjalan di belakang Eunhyuk ketika masuk ke dorm. Semua member Suju menatapmu heran, mereka sepertinya menangkap matamu yang sembap. Kamu hanya menunduk menggigit bibir bawahmu.

“Hyuk ah, Mingi kenapa?” Tanya Donghae yang sekarang memperhatikanmu menyelidik.

“Jangan lihat dia seperti itu!” Hardik Eunhyuk. Donghae hanya terdiam mematung, ia menutup mulutnya, takut-takut akan keluar kalimat lain yang akan membuat Eunhyuk membunuhnya.

Leeteuk menyentuh keningmu. Raut wajahnya terlihat begitu khawatir. “Tidak panas..” gumamnya.

“Hyung, jangan sentuh dia.” Eunhyuk menepis tangan Leeteuk dari keningmu. Ia kemudian menarik tanganmu ke kamarnya.

Kamu terdiam, masih menunduk dalam. Eunhyuk mengunci pintu kamarnya. Ia tidak memperdulikan teriakan member Suju di luar kamarnya. Kamu melihat Eunhyuk takut-takut, saat ini kekasihmu itu sedang memeperhatikanmu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia berjalan mendekat ke arahmu. Kamu berjalan mundur hingga tembok menahan tubuhmu.

Eunhyuk memejamkan matanya, memiringkan kepalanya. Ia mendekatkan bibirnya ke bibirmu. Ia menciummu dalam. Kamu hanya terdiam, tak menolak dan tak juga membalasnya. Eunhyuk terus melumat bibir tipismu, menjilat dan menghisap bibir bawah dan atasmu secara bergiliran. Ia merengkuh tengkukmu memperdalam ciuaman kalian.

Eunhyuk melepas ciumannya, ia menatapmu marah. “Kau tak mau membalasnya?”

Kamu hanya terdiam menatap Eunhyuk. Eunhyuk tertawa meledek dan kemudian mendengus kesal.

PRANNNKKK

Eunhyuk mebanting fotomu yang tadi terpanjang manis di atas meja kecil milikinya. Foto itu penuh beling dari bingkai foto yang sudah hancur.

“Apa gunanya aku punya yeojachingu!? APA GUNANYA HAH?!” Eunhyuk berteriak. Kamu hanya menatapnya datar.

“JAWAB AKU?!”

PLAK

Eunhyuk menampar pipi kirimu. Kamu tak melawan, kamu hanya menerima perlakuan Eunhyuk sekarang. Ya, ini sudah menjadi makanan sehari-harimu. Bahkan lihatlah? Bingkai foto itu adalah bingkai foto ke 21 yang ia pecahkan. Setiap hari Eunhyuk selalu menyuruhmu ini dan itu, ia melarangmu dan memarahimu jika menolak permintaannya.

Darah mengalir dari sudut bibirmu. Tamparan Eunhyuk tadi memang keras. Ekor mata Eunhyuk menangkap darah itu.

“Hahaa..” ledeknya. “Sakit hah??”

“Ani, aku sudah terbiasa.” Jawabmu, masih dengan ekspresi datar menatap Eunhyuk.

“Jangan berpura-pura!! Aku tau itu pasti sakit! Kau pantas mendapatkannya karena kau menolakku Mingi ah..” Kata Eunhyuk penuh penekanan.

Eunhyuk berjalan mendekatimu. Beberapa detik ia menatapmu. Ia menyetuh bibirmu pelan. “Izinkan aku membersihkannya..” gumamnya.

Eunhyuk menciumi kembali. Ia memeluk pinggangmu erat, merapatkan tubuhmu ke tubuhnya. Kamu menggenggam tangan Eunhyuk. Eunhyuk terus menciumimu, ia menghisap bibirmu kuat, menghisap darah yang mengalir. Eunhyuk menjilat bibir atasmu, ia memintamu membuka mulut. Kamu hanya terdiam walau mengerti maksud Eunhyuk, bahkan kamu pun tak membalas ciumannya. Kamu mengalirkan air matamu, hanya itu yang kamu lakukan selama Eunhyuk menciumi setiap inci tubuhmu saat ini. Ia tak peduli kau hanya terdiam, yang menguasainya saat ini adalah nafsunya.

====

Kamu duduk dibangku yang ada di supermarket. Kamu memejamkan matamu. Otakmu memikirkan satu hal, kisahmu dengan Eunhyuk. Semua memorie bersama Eunhyuk terputar seolah menanyangkan film di pikiranmu.

Setahun lalu, kisah cintamu masih berjalan normal layaknya sepasang kekasih. Setiap hari Eunhyuk selalu menyempatkan diri menelphonemu atau sekedar mengirimu pesan. Meski jarang, tapi Eunhyuk selalu membuatmu tersenyum. Setidaknya dalam sebulan, ia mengajakmu jalan-jalan sesekali. Ia mengajakmu ke taman bermain, ke taman kota, ke pasar malam, pergi ke pantai, membeli ice cream berdua, bermain di taman kanak-kanak hingga dimarahi guru disana, pergi ke jeju bermain air, pergi ke gym menemani Eunhyuk, menonton film, bersepeda, semuanya kalian lakukan bersama. Eunhyuk selalu bertanya apa yang kau inginkan, Eunhyuk selalu manja terhadapmu, selalu merengek seperti anak kecil. Tapi, apa sekarang seperti itu? Jelas tidak, Eunhyuk sudah berubah.

Kamu membuka matamu. Kamu memegang dadamu, ada rasa sesak yang luar biasa disana. Rasanya seperti ada yang menghimpit. “Hyuk ah.. apa salahku?” Katamu lirih.

Kamu terkejut, ponselmu bergetar. Kamu mengercitkan dahi, nama Leeteuk tertera disana. Kamu segera mengangkat telephone itu.

“Yoboseo..”

“Mingi ah, apa Hyukjae bersamamu?”

“Aniyo oppa, Hyukjae tidak disini. Apa terjadi sesuatu?” Kamu melirik jam yang tergantung manis di dinding, jam itu menunjukkan pukul 11 malam.

“Hyukjae tadi menghilang begitu saja, padahal kami sebentar lagi akan tampil.” Terdengar Leeteuk menghembuskan napasnya berat.

“Menghilang?”

“Ne.. Sudah setengah jam ini kami mencarinya, kami tadi terpaksa tampil tanpanya. Aku minta tolong, jika kau bertemunya atau mungkin dia menghubungimu segera beritahu kami. Aku khawatir, jeongmal.”

“Ne oppa, akan ku kabari nanti.”

Kamu mengakhiri sambungan telephone itu. Kamu mendengus pelan. Sama seperti Leeteuk, kamu mengkhawatirkan Hyukjae. Kamu menatap layar ponselmu. Dengan ragu kamu menekan tombol nomor yang sudah kamu hapal diluar kepala, itu nomor Hyukjae kekasihmu.

“Yoboseo..” Kamu terkejut, di seberang sana sungguh bising ditambah yang mengangkat adalah seorang yeoja. Kamu menatap layar handphone dan benar saja itu nomor Hyukjae.

“Apa ada Hyukjae?” Tanyamu serak.

“Dia sedang pergi ke toilet..”

“Mianhae, tapi apa aku boleh tau sekarang kalian dimana?”

“Oh tentu agasshi, kami sedang ada di club, Daehwa Club.” Kata yeoja itu.

“Jagiya..” Kamu mengigit bibir bawahmu. Itu suara Hyukjae, kekasihmu meamnggil wanita lain jagiya sementara dia sama sekali tak pernah mengatakan saranghae bahkan memanggilmu jagiya semenjak setahun yang lalu. Kamu memilih mengakhiri sambungan telephone itu.

Kamu menghapus air mata yang mengalir di pipimu. Otakmu berpikir, apa yang akan selanjutnya kau lakukan. Baiklah, akhirnya kau bangun dari dudukmu dan lanjut bekerja, semua pekerjaan tak satu pun beres kau lakukan bahkan kau sempat mencari kunci laci yang ternyata ada di tanganmu.

“Mingi ah, gwaenchana?” Tanya Nara rekan kerjamu saat kalian berdua keluar dari Supermarket untuk pulang, karena ini sudah jam 12 malam.

“Nan gwaenchana..” Katamu tersenyum.

Kalian berdua berjalan menelusuri jalanan Seoul yang sepi. Nara adalah tetangga apartmenmu dan dia adalah seorang yeoja yang melacurkan dirinya.

“Bagaimana kau dengan Hyukjae?”

Dengan susah payah kamu menelan ludah, kamu tersenyum getir. “Molla Nara ah, kau tau sendiri semenjak kejadian setahun lalu itu ia berubah.”

“Mianhae, itu semua karenaku.” Kamu tidak enak dengan Nara yang menyalahkan dirinya. Kamu berpura-pura tertawa geli.

“Hahah.. Aniyo. Aku yang salah, kalau tidak merengek minta ikut denganmu ke club waktu itu, semuanya tidak akan begini.”

“Mingi ya.. Aku akan berusaha terus meyakinkan Hyukjae, sayang waktu itu ia tidak mau percaya padaku.” Lagi-lagi kamu tersenyum. Ya, waktu itu kamu tidak berani pulang sendiri, kamu memohon agar Nara mengizinkanmu ikut dengannya ke club tempat Nara bekerja. Disana kamu diganggu oleh segelitir pria, ada pria yang menjamah tubuhmu dan menciummu di tengah-tengah keramaian club. Eunhyuk disana, ia melihatmu.

Lamunanmu buyar, kamu menatap layar ponselmu, disana tertera nama Leeteuk yang lagi-lagi menelphonemu.

“Yoboeso oppa..”

“Mingi ah, apa ada kabar?”

“Hmm..” Kamu berpikir, berpikir tentang apa jawabanmu selanjutnya. Kamu pikir Hyukjae sudah pulang dan ternyata namja itu belum pulang sampai-sampai Leeteuk menanyai keberadaannya lagi. “Molla oppa, akan kucari dia.” Katamu cepat lalu menghentikan percakapan kalian.

Nara menatapmu khawatir. “Ada apa?”

“Hyukjae belum pulang, aku akan mencarinya. Kau pulang sendiri tak apa?” Nara mengangguk, tapi wajahnya masih terlihat khawatir, kamu tidak memperdulikannya yang terpenting sekarang adalah menemukan Hyukjae.

Kamu berlari di tengah derasnya hujan yang mengguyur Seoul malam ini. Jalanan yang sepi membuatmu bebas berlari. Hatimu terasa tersayat mengetahui Eunhyuk masih disana, masih bersama yeoja itu. Dadamu sesak, seperti ada batu besar yang menghantamnya. Kamu berusaha menghalau air matamu, tak bisa, air matamu itu kini mengalir bercampur air hujan membasahi pipimu.

Kamu terdiam di depan pintu Club. Kamu memperhatikan tubuhmu yang basah. Sedikit rasa takut menghampirimu, tapi kamu segera menepisnya. Kamu masuk ke dalam Club itu, beberapa namja menatapmu penuh nafsu. Kamu hanya mendengus, bagaimana tidak? Lihat, sekarang kemeja dan rok kerjamu sudah melekat di tubuhmu karena basah, memperlihatkan lekukan tubuhmu.

Kamu berjalan menelusuri orang-orang yang berpesta ria, mereka menari dan tertawa bergerak kesana kemari. Kamu menyipitkan matamu, berusaha menemukan sosok Eunhyuk yang kau cari. Ia tak ada disini.

Kamu berjalan menaiki tangga Club. Kamu mencari Eunhyuk di setiap bilik. Kamu bergidiki ngeri ketika mendapati seorang namja bule dan yeoja  korea bercumbu di salah satu bilik. Namja itu sedang menggoyangkan pinggulnya di lubang sang yeoja. Ia terus menggoyangkan pinggulnya dengan ritme yang semakin cepat.

“Ahhh.. Ouchh.. Jimi ah.” Racau yeoja itu, ia mencakar punggung sang namja.

Namja itu hanya tersenyum, ia melahap nipple yeoja korea itu. “Ahh.. Hahhh.. shhh..” Yeoja itu terus meracau penuh nikmat.

Kamu menutup mulutmu lalu segera pergi dari tempat itu. Kamu bahkan tidak pernah membayangkan aka nada yang yang seperti itu di tempat ini. Kamu kembali mengamati setiap bilik.

“Ahh Ouchh.. Ahhh.. Hyuk ah..” Kamu tercengang. Hyuk? Batinmu. Kamu segera menuju sumber desahan itu.

Kamu menatap seorang namja yang sangat kau kenali, namja itu sudah tidak berkemeja. Namja itu toples dan yeoja yang dicumbuinya hanya mengenakan bra hitam dan CD hitam. Kamu menatap datar Eunhyuk yang sedang menciumi leher jenjang yeoja itu. Kamu hanya berdiri diambang pintu bilik menatap mereka.

Eunhyuk menciumi kulit leher yeoja itu dengan seduktif.

“Ahh.. Hyu Ahh..” Racau yeoja itu ketika kini tangan Eunhyuk meraba punggungnya, mencari kaitan bra yeoja itu masih sambil menciuminya.

Kaitan bra itu terlepas, kamu melihat Eunhyuk menyunggingkan senyuamannya. Layaknya bayi yang kelaparan, Eunhyuk segera melahap nipplenya. Digigitnya, dihasap sekuat-kuatnya.

“Ahh Ouch Shhh.. Ahh Ouhh..” Desah yeoja itu ketika Eunhyuk terus menghisap nipplenya, tangan Eunhyuk tak diam ia memilin nipple yeoja itu yang bebas.

“Hyukaahh.. Ouchh..” Yeoja itu menekan kepala Eunhyuk agar lebih melahap buah dadanya yang besar itu.

“Teruslah mendesah jagiya, aku suka suaramu sexy.” Gumam Eunhyuk. Ia kembali melahap nipple yeoja itu.

Tangan Eunhyuk kembali bermain, ia meraba selangkang yeoja itu, mulutnya tetap melahap nipple sang yeoja.

“Ouhh..” Desah yeoja itu ketika 2 jari Eunhyuk masuk ke dalam Miss V nya. 2 jarinya mebuat kocokan hangat di lubang kenikmatan itu, sesekali Eunhyuk mencubuti klitoris Hyosun gemas.

“Hyosun ahh.. Ouch.” Desah Eunhyuk, tangan hyosun sekarang sedang meraba junior Eunhyuk yang masih tertutup jeansnya.

“Kau terlalu sexy Eunhyuk ah..” Kata yeoja yang bernama Hyosun itu.

Hyosun mendorong tubuh Eunhyuk sehingga tergeletak di lantai. Ia menindih tubuh Eunhyuk. Lidahnya bermain di abs Eunhyuk, menjilatnya. Tak hanya itu, Hyosun juga menciumi dada Eunhyuk. Memilin nipplenya dan menghisap serta menggigitnya kuat.

“Ouhh..” Desah Eunhyuk.

Hyosun melepas celana jeans Eunhyuk. Eunhyuk kembali tersenyum menyeringai.

“Manjakan dia jagiya..” Desah Eunhyuk.

Hyosun bergerak ke bawah. Ia meraba ujung kepala junior Eunhyuk dengan sayang. Tak perlu lama, ia sudah melahap junior Eunhyuk yang besar.

Hyosun memainkan lidahnya, memanjakan junior Eunhyuk. Eunhyuk merem melek dibuatnya, Eunhyuk menjambak rambut Hyosun merasakan kenikmatan menjalar di sekujur tubuhnya.

Hyosun menjilati dan mengigit serta memainkan gigi-giginya dengan kulit junior Eunhyuk. “Ahh.. Ouhh Hyosun ah.. Pallii ahh..” Racau Eunhyuk nikmat.

CROOOTT

Eunhyuk mencapai klimaks. Ia mengeluarkan cairan cintanya dimulut Hyosun. Hyosun segera menelan cairan Eunhyuk. Eunhyuk mendorong tubuh Hyosun lalu menindihnya. Eunhyuk mejilati cairannya yang masih bersisa di mulut Hyosun.

“Ahh..” Desah Hyosun. Tangan Eunhyuk meraba miss V nya yang masih terbalut CD.

“Sudah basah jagiya..” Desah Eunhyuk sexy.

Eunhyuk menarik CD yeoja itu. Ia menatap miss V yeoja itu yang sudah basah. Bulu-bulu miss V yeoja itu tersusun rapi disana.

Eunhyuk menghisap kuat miss V itu. “Ahhh Ahhhh..” Desah Hyosun. Hyosun menelusupi jari jemarinya di rambut merah Eunhyuk.

“Hyuk ah… Le ahh bih kuu ahh att..” Racaunya. Eunhyuk mengiyakan, iya menghisap miss V Hyosun lebih kuat. Iya menghisap dan sesekali mengigit klitorismu yang merah. Tangan Eunhyuk tak daim, ia kembali meremas dada Hyosun kuat dengan gerakan memutar.

“Ouh..” Desah Hyosun. Eunhyuk merangkak naik dan melumat bibir kecil Hyosun penuh nafsu. Mulut mereka bertautan, bertukar saliva. Decakan-demi decakan tak hentinya keluar.

“Shhh Oppaa ahh..” Desah Hyosun dengan nada sexynya.

Eunhyuk menciumi leher putih Hyosun, membuat tanda kemerahan yang banyak disana. Hyosun terus meraba abs Eunhyuk, merangsangnya.

“Ahh Ouchh..” Nikamat Hyosun ketika kepala junior Eunhyuk mengusap bibir miss V nya.

“Ahhh OUchhh ahhhhh Aku ma.. u.. ahh.. Ke.. luar ahhhhh..” Hyosun mencapai klimaks. Ia mengeluarkan cairan cintanya. Eunhyuk segera bergerak ke bawah dan menyedot semua cairan Hyosun sampai benar-benar habis.

Eunhyuk bergerak ke atas, melumat kembali bibir Hyosun. Ia menransfer cairan cinta Hyosun dari mulutnya ke mulut gadis itu. Terlihat cairan putih itu sedikit meluber dari sudut bibir Hyosun, Eunhyuk menjilatnya.

Eunhyuk kembali focus dengan buah dada Hyosun yang super besar. Ia kembali melahap nipple Hyosun. Tangan Eunhyuk kembali bermain di miss V Hyosun, mengelusnya lembut.

“Ahhh.. Ouhh.. Eunhyukk ah..” Racau Hyosun sambil menekan-nekan lagi kepala Eunhyuk untuk semakin melahap nipple Hyosun kuat.

“Woman in top..” Bisik Eunhyuk. Eunhyuk segera bertukar posisi dengan Hyosun. Ia mebalikkan tubuhnya dan Hyosun sekarang berada di bawahnya.

Hyosun memainkan lidahnya di dada Eunhyuk. Ia menjilat abs Eunhyuk gemas. “Ouh..” Desah Eunhyuk.

Eunhyuk tiba-tiba mendorong tubuh Hyosun hingga yeoja itu terlentang. Ia kemudian menyemprotkan cairan spermanya di dada Hyosun.

CROOTTT

Cairan itu sudah rata di sekujur tubuh Hyosun. Hyosun hanya tersenyum menatap Eunhyuk. Eunhyuk tak ambil pusing. Ia segera menjilati setiap inci tubuh Hyosun.

“Ahhhhh Hyyuk ahh..” Desah Hyosun. Tangannya sibuk meremas rambut Eunhyuk merasakan kenikamatan di setiap sentuhan Eunhyuk.

“Aku masukkan sekarang jagiya.” Bisik eunhyuk. Ia segera memasukkan batang juniornya ke lubang Hyosun.

“Ahh.. sakit oppa..”

“Ini sangat sempit.. ahhh..” Jleb. Junior Eunhyuk sudah utuh bersarang di dalam lubang Hyosun dalam hentakan kerasnya.

Eunhyuk melumat bibir Hyosun. Hyosun membalasnya dengan penuh nafsu. Lidah mereka bertautan, bertukar saliva. Eunhyuk terus berciuman panas dengan Hyosun tanpa melupakan menggerakan pinggulnya. Pinggul Eunhyuk terus bergerak cepat di lubang kenikmatan Hyosun.

“Ngghhh oppahh fas ahh ter..” Lenguh Hyosun menjambak rambut Eunhyuk yang sekarang sedang sibuk menjelajahi perut Hyosun dengan lidahnya.

Hyosun merem melek merasakan kedutan junior Eunhyuk di liangnya. “Ahhh oppa..”

Eunhyuk mempercepat gerakan pinggulnya. Tubuh Eunhyuk dan Hyosun berguncang seirama dengan gerakan pinggul Eunhyuk. Eunhyuk memperdalam melahap payudara Hyosun. Ia benar-benar seperti bayi yang kelaparan.

“Ahh palliwa ahh ouhh..” Racau Hyosun histeris. “Oppa ahh.. aku mau ke.. luar ah..”

“Bersama Jagi..”Kata Eunhyuk samar.

“Ahhhhhhhhhhhhhhhh…” Desah mereka berdua bersamaan. Eunhyuk menyemprotkan spermanya di rahim Hyosun dan Hyosun mengeluarkan cairan cinta miliknya. Sebagian sperma Eunhyuk menyeruak keluar.

BRUK

Eunhyuk ambruk di atas tubuh Hyosun. Eunhyuk masih mengatur napasnya, begitu juga dengan Hyosun. Kamu hanya menatap datar kea rah Hyosun dan Eunhyuk. Dadamu sangat sesak. Jantungmu terasa ingin berhenti berdetak. Air matamu sudah mengalir deras. Sedari tadi kamu mengamati apa yang Hyosun dan Eunhyuk lakukan. Kamu bergumam memanggil nama Eunhyuk 4 kali selama Eunhyuk bercinta, sayang namja itu sama sekali tak merasakan kehadiranmu.

Hyosun terdiam, ia menatapmu yang berada di ambang bilik. Hyosun melepaskan kontak dengan Hyukjae. Ia bangkit berdiri dan memunguti pakaiannya. Hyosun memakai pakaiaannya kilat, ia menghampirimu yang mematung.

“Agasshi. Kau kenapa?” Tanyanya ramah.

Kamu hanya tersenyum, senyum yang kamu paksaan. “Aku tidak apa, aku hanya ingin..”

“Ahh kau yang tadi menelphone? Kau pasti mencari Hyukjae. Mian kau melihat semuanya tadi.” Hyosun memotong ucapanmu, ia tersenyum manis.

“Apa aku bisa membawanya pulang?”

Hyosun terdiam. Ia menatap Eunhyuk sejenak lalu menatapmu lagi. “Aku rasa di lelah agasshi, tentu saja kau boleh membawanya.”

Kamu berjalan melewati Hyosun, kamu mendekati Eunhyuk yang bergumam tak jelas. Kamu mengambil pakaian Eunhyuk dan memakaikannya. Kamu memapah tubuh Eunhyuk yang berat.

“Agasshi..” Kata Hyosun menahan tanganmu saat kamu ingin keluar dari bilik itu. “Kau siapa? Aku minta tolong agar memberitahu Hyukjae untuk mengirimkan uang bayaranku ke rekeningku.”

“Ne.. Akan kuberitahukan.” Katamu lirih.

“Tunggu, kau belum menjawab. Kau siapa?” Tanya Hyosun lagi.

“Aku kekasih Hyukjae..” Suaramu terdengar serak. Raut wajah Hyosun seketika itu juga berubah, ada rasa bersalah di sana.

Kamu berbalik hendak meninggalakan tempat itu. “Mianhae Mingi shi..” Kamu menghentikan langkahmu dan menoleh menatap Hyosun. Hyosun hanya menatapmu sayu. Kamu melirik papan namamu yang tergantung di kemeja putihmu. Kamu hanya tersenyum getir.

=====

“Hhhh.. Gadis itu.. Hh.. aku sungguh mencintainya.. Mingi ah.. Mengapa kau mengkhianatiku huh? Jawab.. hhh..” Gumam Eunhyuk. Ia masih meracau tak jelas. Tapi kamu mengerti, sekarang Eunhyuk sedang mengatakan perasaannya. Kamu sadar, Eunhyuk sungguh marah padamu karena kejadian itu. Matamu berkaca-kaca, dadamu semakin sesak mendengar ucapannya.

“Hyuk ah.. Mengapa harus begini?” Tanyamu pelan.

Eunhyuk menatapmu tajam. Dengan penuh tenaga Eunhyuk mendorong tubuhmu lalu menyeretmu ke mobilnya. Ia mencengkram tanganmu kuat, kamu berusaha memberontak tapi Eunhyuk tak melepaskanmu.

“Hyuk ah.. lepaskan. Kau mau menyakitiku hah?” Tanyamu serak. Air matamu lagi-lagi mengalir.

“DIAM!” Bentak Eunhyuk.

Eunhyuk membuka pintu belakang mobilnya. Ia mendorong tubuhmu di jok belakang. Eunhyuk menindih tubuhmu dan menciumimu secara paksa.

“Hmmphhh..” Kamu berusaha memberontak, kamu memukul-mukul dada Eunhyuk, tapi rupanya percuma. Ia jutru menarik kemejamu sehingga kancing kemejamu terlepas semuanya.

“Lepa.. ass..” katamu, ucapanmu tertahan oleh ciuman panas Eunhyuk.

Kamu terus memberontak. Memukul dada, prut dan punggung Eunhyuk. Eunhyuk tak memeprdulikanmu. Nafsunya dan emosinya benar-benar sedang merasuki tubuh Eunhyuk.

“Sa.. ahh.. kit..” Racaumu saat tangan eunhyuk memeras payudaramu kasar.

PLAK

Kamu menampar wajah Eunhyuk. Ya, ini pertama kalinya kamu menampar Eunhyuk. Eunhyuk menatapmu marah. Ia menraikmu keluar dari mobilnya. Ia menghimpit tubuuhmu dengan tubuhnya.

“Kau..” Kata Eunhyuk geram, ia mencengkram rahangmu kuat. Kamu hanya menatapnya, tatapan kosong.

“Kau pikir kau begitu baik? Kau pikir kau begitu berharga hah? Kau tak tau diri!!” Teriak Eunhyuk di hadapan wajahmu.

Suara Eunhyuk menggelegar bersama dengan air hyujan yang deras. Ya, hujan sedari tadi belum juga reda. “Hyuk ah..” katamu pelan.

“DIAM!” lagi-lagi Eunhyuk berteriak. Ia menatapmu dengan tatapan membunuh.

“Mingi ah! Kau tau betapa sakitnya aku?! APA KAU TAU??!” Kamu hanya terdiam, Eunhyuk semakin mencengkram rahangmu kuat.

“JAWAB AKU!” Amarah Eunhyuk memuncak. Ia mencekik lehermu kuat. Kamu mebuka mulutmu berusaha menghirup oksigen.

“Hyukkk..” Katamu serak. Kamu menggenggam kuat lengan Eunhyuk yang mencekikmu saat ini.

“KAU MATI! KAU HARUS MATI!” Kata-kata Eunhyuk barusan membuat genggamanmu melemah. Air matamu turun deras di pipimu. Kamu sadar, kamu yang salah. Kamu pantas mendapatkan ini semua. Kamu pantas.

“HYUKJAE YA!” Kau melirik ke arah kiri. Disana ada Leeteuk, di belakangnya ada Sungmin dan Donghae.

Donghae menarik tubuh Eunhyuk darimu, melepaskan tangan eunhyuk dari lehermu.

“LEPASKAN AKU! YEOJA ITU HARUS MATI! HARUS MATI!” Teriak Eunhyuk histeris.

Kamu terbatuk. Sungmin mengusap punggungmu. “Hyuk ah… Mianhae..” Katamu, masih dengan suara yang serak.

“MATI! KAU HARUS MATI!!” Kamu terduduk di jalanan aspal dan memejamkan matamu. Setiap perkataan Eunhyuk menjadi hujan pisau yang menancap di jantungmu. Rasanya sakit. Sungguh sakit. Orang yang kamu cintai menginginkanmu mati. Itu adalah hal yang paling menyiksa batinmu, Eunhyuk ingin kamu mati, ini kenyataan.

Kamu membuka matamu perlahan lalu berdiri menghampiri Eunhyuk. Leeteuk dan Donghae melepas Eunhyuk karena namja itu sudah berhenti mengamuk. Eunhyuk mematung menatapmu.

“Hyukjae ya.. Apa kau sungguh ingin aku mati? Apa dengan aku mati kau akan memaafkanku? Apa kau ingin semuanya berkahir?”

Eunhyuk menatapmu datar, ia hanya bungkam. “Hyukjae ya.. Kita akhiri semua ini, kita akhiri hubungan ini.” Dengan susah payah kamu mengucapkan kata keramat itu. Eunhyuk tetap bergeming.

“Mianhae..” Katamu lagi sebelum akhirnya membalikkan tubuhmu. Kamu berjalan menjauh dari 4 namja yang kini menatap punggungmu.

Kamu terus berjalan di tengah derasnya hujan. Hujan ini membuatmu terseyum, setidaknya langit masih menemanimu saat ini menangis.

“MINGI YAAA..” Hanya teriakan suara Hyukjae yang kau dengar sebelum akhirnya semua menjadi gelap. Ya, kamu pingsan.

To be Continue..

Huaahhhhh FF ini kelar juga. Yahh meski gak yakin bakal nerima comment berapa. Kritik dan saran sudah siap kok saya terima. *BOW*

About these ads

17 thoughts on “[FF] Blood Tears

  1. Miris banget mingi…
    Astagaaa… T____T
    aku pernah baca di KNC tapi gk sampai END
    dan beruntung banget bisa nemu blognya author sendiri!
    Hehee ijin baca ya thor!
    Arigatou~

  2. asli nangis darah. pas mingi di club dan ngeliat kejadian itu dan dia bilang kalo dia kekasihnya….itu buat aku nangis. yatuhaaan tabah banget lo mingi.
    jadi gitu yaaaa semuanya cuman salah paham. doh hyukjae hyukjae TT

  3. annyeong…. new reader. aku bingung. sbnernya mingi nglakuin kslhan ap (?) cuma gra” k club itu nd ketemu pra namja yg kurang ajar itu (?) kok seakan hyukjae marah bgt. sampe mnyiksa mingi.

  4. hai new reader nich^^.
    tenang,Q 89line kok :D,slm kenal y bwt authorx…
    haduh air mata keluar nich,dada rasax ikut sesak … hhh (╥_╥)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s